BENGKULU,RBTVCamkoha.com - Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu merilis kondisi inflasi di wilayah Provinsi Bengkulu yang terjadi sebesar 0,28 persen pada periode Januari hingga Maret 2026.
Inflasi ini terjadi akibat banyaknya permintaan, terutama menjelang idul Fitri lalu terhadap beberapa komoditi seperti makanan dan minuman, termasuk komoditi lainnya seperti:
- Daging ayam ras,
- Sayur,
- Bawang merah
- Jengkol
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal mengatakan bahwa dari hasil sensus yang dilakukan serta rilis dari BPS Pusat, beberapa komoditi tersebut yang berdampak pada inflasi daerah terutama di provinsi Bengkulu.
"Beberapa komoditi menjadi penyebab terjadinya inflasi daerah seperti makanan dan minuman termasuk daging, ayam ras serta jengkol yang menyebabkan inflasi daerah," ungkap Win Rizal, Rabu (1/4).
BACA JUGA:Gunakan Helikopter Super Puma, Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin Disambut Bupati Seluma Teddy Rahman
Selain makanan dan minuman, faktor penyebab terjadinya inflasi juga disebabkan oleh kelompok perumahan, air, gas dan bahan bakar rumah tangga serta beberapa faktor lain seperti perawatan diri serta barang dan jasa.
Di sisi lain, terjadinya penurunan harga cabe serta emas malah menjadi faktor deflasi sebesar 0.31 persen karena ketersediaan yang dimiliki, sehingga meskipun pada momentum hari raya idul Fitri permintaan besar atas cabai bisa ditekan dan harga relatif stabil.
Namun ini berbanding terbalik dengan harga emas yang secara mengejutkan malah mengalami penurunan.
"Meski demikian, inflasi masih relatif bisa di atasi dan terbilang kecil sehingga tidak terlalu berdampak," tandasnya.
BACA JUGA:Dari Kota Malang, Candyco Kembangkan Kerajinan Rajut Custom dengan Dukungan BRI dan LinkUMKM
(Nico Relius)