Saat mesin menyala, putar setir perlahan dari kanan mentok ke kiri mentok beberapa kali, proses ini membantu mendorong oli lama keluar melalui selang balik dan menggantinya dengan cairan baru.
Perhatikan level cairan di reservoir selama proses berlangsung, jangan sampai reservoir kosong karena pompa dapat menyedot udara yang berisiko menyebabkan kerusakan pada sistem power steering, jika cairan yang keluar sudah terlihat bersih dan bening, segera matikan mesin.
BACA JUGA:Daftar Mobil Listrik Murah Terbaru di Indonesia, Pilihan Hemat untuk Transportasi Harian
4. Pasang kembali selang dan lakukan bleeding
Pasang kembali selang balik ke reservoir dan kencangkan klem pengikatnya, isi ulang reservoir hingga level normal.
Nyalakan mesin, lalu putar setir secara perlahan dari kiri ke kanan mentok beberapa kali, langkah ini bertujuan untuk mengeluarkan udara yang masih terjebak di dalam sistem.
Setelah selesai, matikan mesin dan periksa kembali level cairan pada reservoir, tambahkan minyak power steering jika diperlukan hingga mencapai batas yang dianjurkan, terakhir tutup reservoir dengan rapat.
Mengganti minyak power steering sendiri di rumah sebenarnya tidak terlalu sulit jika dilakukan dengan langkah yang tepat, dengan rutin mengganti cairan dan memastikan tidak ada udara yang terjebak di dalam sistem, performa kemudi akan tetap ringan, nyaman, dan komponen power steering dapat lebih awet.
Selain menghemat biaya servis, Anda juga bisa memastikan kondisi sistem kemudi selalu dalam keadaan optimal.
Hafidzah