BENGKULU TENGAH, RBTVCamkoha.com - Nama Air Sebakul di Bengkulu sudah tak asing lagi di telinga.
Ternyata nama Air Sebakul bukan hanya sekedar nama, tapi memiliki sejarah yang banyak belum diketahui orang.
Mata air yang menjadi cikal bakal nama Desa Air Sebakul ini, diperkirakan sudah ada kisaran tahun 1940 atau sudah ada di zaman kependudukan tentara Jepang di Bengkulu.
BACA JUGA:Mobil Hasil Curian Tak Laku, 2 Terduga Pelaku Pencurian Mobil di Kaur Ditangkap Polisi
Sumber Mata Air yang Tak Pernah Kering
Lokasi ini dahulunya kerap dijadikan tempat peristirahatan, baik oleh tentara Jepang ataupun petani lokal setempat untuk melepas lelah, karena letak lokasinya yang mudah dijangkau.
Mata air ini pun digunakan oleh warga setempat untuk keperluan sehari-hari, mulai dari minum hingga mandi dan mencuci pakaian.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Air Sebakul, Samsudin menjelaskan bahwa, mata air ini tidak pernah kering walau dilanda kemarau panjang.
"Keistimewaan mata air ini tidak pernah kering, seperti saat terjadi kemarau selama 9 bulan di tahun 1982 silam. Lalu juga saat kemarau panjang di tahun 1997 lalu," jelas Samsudin.
Hingga saat ini masih banyak warga setempat maupun warga dari desa lainnya, atau bahkan warga dari Kabupaten tetangga yang mengambil air di dalam sumur ini untuk mandi dan diminum, karena diyakini sebagai obat penawar penyakit.
BACA JUGA:Polsek Ratu Samban Kota Bengkulu Tangkap Terduga Pelaku Curat 2 TKP di Anggut
Bakal Dijadikan Lokasi Wisata
Mata air yang menjadi awal penamaan Air Sebakul, untuk sebuah nama desa di Bengkulu Tengah, ke depannya akan dijadikan destinasi wisata dan taman rekreasi baru.
Pemerintah Desa Air Sebakul Kecamatan Talang Empat Bengkulu Tengah, hingga saat masih terus menjaga mata air ini, yakni dengan membuat cincin layaknya sumur hingga bak penampungan.