NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Melon merupakan salah satu buah yang banyak disukai karena memiliki rasa manis, segar, serta mengandung berbagai nutrisi seperti vitamin, protein, asam folat, dan beta karoten.
Agar tanaman melon dapat tumbuh sehat dan menghasilkan buah yang berkualitas, pemupukan dan perawatan perlu dilakukan dengan baik sejak awal tanam hingga masa panen.
Pemupukan berperan penting dalam memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman selama masa pertumbuhan, dengan nutrisi yang cukup, tanaman akan tumbuh lebih kuat, berbunga dengan baik, dan menghasilkan buah yang lebih besar serta berkualitas.
Secara umum, pemupukan pada tanaman melon dibagi menjadi dua tahap, yaitu pupuk dasar dan pupuk susulan.
BACA JUGA:5 Perubahan Sikap Istri yang Bisa Menjadi Tanda Selingkuh
Tahap pertama adalah pemberian pupuk dasar, pupuk ini diberikan pada awal penanaman untuk menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman sejak fase awal pertumbuhan.
Selain membantu mempercepat pertumbuhan akar, batang, dan daun, pupuk dasar juga mendukung proses pembentukan bunga dan buah pada tahap berikutnya.
BACA JUGA:8 Tanaman Hias Tahan Panas yang Cocok Dirawat saat Musim Kemarau
Cara Pemupukan Melon
Selanjutnya, pemupukan dilakukan sesuai umur tanaman.
1. Umur 0–15 HST
Pada fase vegetatif, tanaman mulai membentuk akar, batang, dan daun, di tahap ini tanaman membutuhkan unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) dalam jumlah yang cukup, salah satu pilihan yang dapat digunakan adalah pupuk NPK COMPACTION DGW 15-15-15+TE.
Pupuk ini membantu pertumbuhan vegetatif menjadi lebih optimal, membuat daun lebih hijau, serta mendukung pembentukan hormon pertumbuhan tanaman.
BACA JUGA:5 Tanaman Hias yang Bisa Membantu Menyerap Panas Rumah dan Membuat Ruangan Lebih Sejuk
2. Umur 20–45 HST
Memasuki fase generatif, tanaman mulai membentuk bunga dan buah, pada fase ini kebutuhan unsur Kalium dan Fosfor semakin tinggi, untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat menggunakan NPK BOOSTER DGW 12-6-22-3+TE, HX-MROPH, dan KNO3 Prill.
NPK BOOSTER DGW 12-6-22-3+TE mengandung Nitrogen 12%, Fosfor 6%, Kalium 22%, Magnesium 3%, Zinc 0,05%, dan Boron 0,1%, pupuk ini dapat diaplikasikan dengan dosis 200 kg/ha melalui cara ditugal atau dikocorkan sebanyak 2–4 kg per 200 liter air.
Kandungan kalium yang tinggi membantu meningkatkan kualitas buah, membuat ukuran lebih baik, rasa lebih manis, dan daya simpan buah lebih lama.