NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Kita tidak pernah tahu kapan masalah datang, hari ini kondisi keuangan mungkin aman, penghasilan masih lancar, kebutuhan juga masih bisa dipenuhi.
Tapi bagaimana kalau tiba-tiba kehilangan pekerjaan, kendaraan rusak, atau ada biaya kesehatan yang harus dibayar?
Inilah pentingnya mempunyai dana darurat, dana darurat adalah uang yang memang disiapkan untuk menghadapi kejadian yang tidak direncanakan.
Jadi, uang ini bukan untuk liburan, belanja barang yang sedang diskon, atau sekadar menambah uang belanja ketika gajian terasa kurang.
Dana darurat adalah pegangan supaya kita tidak langsung mencari pinjaman atau menjual aset ketika ada kebutuhan mendesak.
Kenapa dana darurat penting?
Ada kalanya masalah datang tanpa memberi waktu untuk bersiap, misalnya tiba-tiba terkena PHK, harus menjalani pengobatan, atau laptop yang biasa digunakan untuk bekerja mengalami kerusakan.
Kalau tidak punya simpanan khusus, biasanya pilihan yang tersisa adalah berutang, menggunakan kartu kredit, atau mengambil uang dari tabungan yang sebenarnya sudah punya tujuan lain.
Dengan adanya dana darurat, kita punya sedikit ruang untuk bernapas ketika kondisi sedang tidak baik-baik saja.
BACA JUGA:BRI Peduli Tingkatkan Kapasitas Peternak Sapi Perah di Malang Lewat Program Klaster Unggulan
Berapa Jumlah Dana Darurat yang Perlu Disiapkan?
Jumlah dana darurat setiap orang tentu berbeda, namun salah satu patokan yang bisa digunakan adalah menghitung berdasarkan jumlah pengeluaran bulanan dan kondisi, seperti:
- Lajang atau belum menikah: sekitar 3–6 kali pengeluaran bulanan.
- Menikah tanpa anak: sekitar 6–9 kali pengeluaran bulanan.
- Menikah dan sudah memiliki anak: sekitar 9–12 kali pengeluaran bulanan.
Semakin banyak orang yang bergantung pada penghasilan kita, semakin besar juga dana yang sebaiknya disiapkan.
Contohnya:
Misalnya pengeluaran rutin setiap bulan mencapai Rp5 juta, jumlah ini sudah termasuk makan, listrik, transportasi, cicilan, dan kebutuhan pokok lainnya.
Maka gambaran dana daruratnya bisa seperti ini:
- Lajang: Rp15 juta–Rp30 juta.
- Menikah tanpa anak: Rp30 juta–Rp45 juta.
- Menikah dengan anak: Rp45 juta–Rp60 juta.