Mendalami Quarter Life Crisis dan Cara Menghadapinya

Sabtu 29-08-2026,14:14 WIB
Reporter : Hafidzah
Editor : Septi Widiyarti

NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Pernah merasa ketika teman-teman sudah punya pekerjaan bagus, menikah, punya rumah, atau bahkan sudah tahu mau dibawa ke mana hidupnya, sementara kamu masih bertanya-tanya, “Sebenarnya aku mau jadi apa, ya?”

Perasaan bingung, cemas, dan takut soal masa depan cukup sering muncul di usia 20-an sampai awal 30-an. Kondisi seperti ini sering disebut sebagai quarter life crisis.

Quarter life crisis adalah masa ketika seseorang mulai banyak mempertanyakan hidupnya, bukan cuma soal pekerjaan, tapi juga hubungan, tujuan hidup, keuangan, sampai keputusan-keputusan yang sebelumnya terasa biasa saja.

BACA JUGA:Top 10 Lagu Teratas di Spotify Global Tahun 2026, Apakah Ada Penyanyi Idolamu?

Pemicu Quarter Life Crisis

Beberapa hal yang bisa memicu fase ini antara lain:

1. Tekanan dari keluarga atau lingkungan 

Yang membuat harus segera punya pekerjaan tetap, menikah, punya penghasilan besar, atau mencapai sesuatu di usia tertentu.

2. Sulit menemukan pekerjaan yang cocok

Sudah mencoba beberapa hal, tetapi belum juga merasa menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan keinginan.

3. Terlalu sering membandingkan diri

Melihat pencapaian orang lain di media sosial kadang membuat hidup sendiri terasa tertinggal, padahal kita hanya melihat sebagian kecil dari kehidupan mereka.

4. Banyak pilihan

Di usia dewasa, pilihan hidup memang semakin banyak. Anehnya, semakin banyak pilihan justru bisa membuat kita semakin takut salah mengambil keputusan.

BACA JUGA:Dari Limbah Dapur Menjadi Pupuk Cabai! Begini Cara Memanfaatkan Kulit Bawang

Tanda Quarter Life Crisis

Lalu, seperti apa tandanya?

  • Mulai sering mempertanyakan siapa diri kita dan sebenarnya ingin menjalani hidup seperti apa.
  • Merasa pekerjaan sekarang tidak sesuai, tetapi juga belum tahu harus pindah ke arah mana.
  • Sering memikirkan masa depan sampai membuat diri sendiri lelah dan cemas.
  • Merasa tertinggal ketika melihat pencapaian teman atau orang lain.
  • Bingung dengan hubungan yang sedang dijalani, termasuk soal menikah, bertahan, atau memilih jalan masing-masing.

Kalau dibiarkan, kondisi ini bisa membuat seseorang semakin tertekan, mulai dari stres, sulit tidur, kehilangan rasa percaya diri, perubahan pola makan, burnout, sampai mengalami masalah kesehatan mental yang serius.

Satu hal yang perlu diingat, hidup bukan perlombaan, tidak harus punya pencapaian yang sama dengan orang lain di usia yang sama.

BACA JUGA:Tidak hanya Sekadar Apresiasi, Ini Dia Manfaat Tepuk Tangan Bagi Kesehatan

Cara Mengatasi Quarter Life Crisis

Beberapa hal sederhana yang bisa dicoba:

  • Fokus pada perjalanan sendiri. Daripada terus melihat orang lain sudah sampai mana, coba lihat lagi sejauh apa kamu sudah berjalan.
  • Kurangi media sosial untuk sementara kalau justru membuatmu merasa semakin buruk tentang diri sendiri.
  • Buat target yang lebih kecil. Tidak perlu langsung memikirkan “lima tahun lagi aku harus jadi apa”. Cukup pikirkan langkah yang bisa dilakukan minggu ini.
  • Hargai perkembangan kecil. Mendapat pekerjaan baru, belajar skill, menyelesaikan sesuatu yang tertunda, atau sekadar berhasil melewati hari yang berat juga termasuk kemajuan.
  • Cerita dengan orang yang dipercaya. Kadang kita tidak membutuhkan jawaban yang sempurna. Didengarkan saja sudah cukup membantu.
Kategori :