REJANG LEBONG, RBTVCamkoha.com - Pada tahun 1974, Lapangan Setya Negara Curup merupakan salah satu lapangan sepak bola terbaik di Provinsi Bengkulu. Letaknya strategis, suasananya asri, lingkungannya tertata, dan pemandangannya indah. Lapangan ini bukan sekadar tempat berolahraga, melainkan juga kebanggaan masyarakat, ruang berkumpul, serta bagian dari perjalanan generasi muda Rejang Lebong.
BACA JUGA:Lokasi Samsat Keliling Kota Bengkulu Hari Ini, Cek Jam Layanannya
Hampir setiap tahun, kami pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga dan sahabat. Namun, setiap kali melintas di Lapangan Setya Negara, hati kami terasa sedih melihat kondisinya yang kini tampak kumuh, becek, dan kurang tertata. Keadaannya belum mencerminkan kehormatan fasilitas publik yang dahulu menjadi kebanggaan daerah.
Perkembangan zaman semestinya membawa perbaikan, bukan menghilangkan keindahan dan nilai historis yang pernah kita miliki.
Karena kecintaan terhadap tanah kelahiran, kami mengajak Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong memberikan perhatian serius terhadap penataan dan pemulihan Lapangan Setya Negara.
Kami berharap lapangan ini kembali bersih, asri, tertib, tidak becek, dan nyaman bagi masyarakat. Penataan drainase, penghijauan, kebersihan, serta pengaturan kawasan perlu menjadi perhatian agar fungsinya sebagai ruang publik dapat pulih.
BACA JUGA:Rumah Warga di Timbul Rejo Curup Terbakar, Balita Usia 1 Tahun Meninggal Dunia
Jika memungkinkan, jadikanlah Lapangan Setya Negara tempat generasi muda berolahraga, masyarakat berkumpul, dan generasi tua mengenang masa-masa indah yang pernah dilalui.
Bagi kami, tahun 1974 bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan bagian dari sejarah kehidupan yang tak terlupakan. Melihat lapangan ini kembali indah akan menjadi kebahagiaan tersendiri, seolah menghidupkan kembali sebagian masa muda.
Akhirnya, kami menitipkan harapan kepada Bapak Bupati beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong agar Lapangan Setya Negara tidak kehilangan jati dirinya.
Kembalikan keindahannya, pulihkan kebanggaannya, dan rawat sejarahnya. Sebab, sebuah daerah tidak hanya dikenang karena pembangunan baru, tetapi juga karena kemampuannya menjaga warisan berharga dari masa lalu.
BACA JUGA:Kades Tanah Abang Seluma Akui Lalai Terbitkan Surat Kematian Palsu, Kini Berharap Damai
Semoga Lapangan Setya Negara Curup kembali menjadi kebanggaan masyarakat Rejang Lebong, sebagaimana kami mengenangnya dengan penuh kebahagiaan pada tahun 1974.
Prof. Dr. Ir. H. Abdul Hamid, M.P.
Putra daerah yang merindukan kejayaan dan keindahan Curup, Rejang Lebong.