6. Mengesampingkan kepentingan suami dan mengutamakan kepentingan lain
Dalam kehidupan berumah tangga, seorang istri dianjurkan untuk mengutamakan kepentingan suami di atas kepentingan lain. Hal ini tertera dalam sabda Rasulullah pada hadis berikut:
Dari Aisyah RA, saya bertanya kepada Rasulullah SAW: “Siapakah orang yang mempunyai hak paling besar terhadap seorang wanita?” Sabdanya: “Suaminya”
Saya bertanya lagi: “Siapakah orang yang paling besar haknya terhadap seorang lelaki?” Jawabnya: “Ibunya” - (HR.Bazaar dan Hakim; Hadis Hasan)
Dari hadis di atas dapat diambil simpulan bahwa seorang istri wajib untuk mementingkan suaminya dibanding kepentingan orangtuanya.
Istri harus meminta izin dari suaminya jika ingin melaksanakan kepentingan orangtuanya. Sebab, surga istri mengalir dari suami.
7. Tidak bersedia merawat suami yang sedang dalam kondisi sakit
Persis seperti penjelasan sebelumnya, kepentingan suami harus didahulukan dibanding kepentingan orang lain. Kewajiban seorang istri untuk mendampingi suami harus dilaksanakan setiap saat, baik suka maupun duka.
Oleh karena itu, istri diwajibkan untuk menemani sekaligus merawat suami yang sedang dalam kondisi sakit. Jika ia menolak merawat suaminya ketika sakit, maka sang Istri sama saja sudah berbuat dosa besar yang dilarang Allah SWT.