Kemudian pada Surah dan ayat lainnya, hal tersebut semakin diperjelas:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأَدْخَلْنَاهُمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ (65) وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ (66)
“Dan sekiranya ahli kitab beriman dan bertakwa, tentulah kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan. Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhan-nya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka.” (QS Al-Ma-idah: 65-66).
BACA JUGA:Bacalah Dzikir Pendek Penarik Kekayaan Ini Menjelang Siang, InsyaAllah Rezeki Tidak Putus
Ada juga pada Surah Ath-Thalaq ayat 2 dan 3, Allah Azza Wa Jalla menegaskan janjinya untuk memberikan rezeki bagi siapapun yang selalu menjaga dan meningkatkan ketaqwaannya:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“(2) Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (3) dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS Ath-Thalaq: 2-3)
Dari berbagai ayat-ayat yang telah dimaktubkan, kiranya begitu jelas korelasi antara rezeki dengan tingkat ketaqwaan seseorang. Lalu, hal apa saja yang membuat rezeki kurang lancar? Berikut beberapa maksiat dan kebiasaan buruk penyebab seretnya rezeki seseorang:
BACA JUGA:Bacalah Dzikir Pendek Penarik Kekayaan Ini Menjelang Siang, InsyaAllah Rezeki Tidak Putus