Jadi Misteri Sejak Tahun 2020, Ternyata Ini Asal Mula COVID-19

Rabu 25-09-2024,10:44 WIB
Reporter : Tianzi Agustin
Editor : Septi Widiyarti

Tim peneliti menemukan bahwa data genetik menunjukkan adanya hubungan antara COVID-19 dan anjing rakun yang dijual di pasar Huanan, Wuhan.

Temuan ini semakin memperkuat teori bahwa virus tersebut berasal dari alam, bukan dari laboratorium.

Meskipun kelelawar dikenal sebagai hewan pembawa asli virus SARS-CoV-2, peneliti meyakini bahwa virus ini menyebar ke manusia melalui hewan liar terinfeksi yang dibawa ke pasar.

BACA JUGA:Terdakwa Pembunuhan Dante Dituntut Mati, Ristya Aryuni: Sesuai Harapan

Dalam analisis ulang terhadap 800 sampel yang dikumpulkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China sejak 1 Januari 2020, tim peneliti mempelajari genom virus dari kasus-kasus COVID-19 awal.

Dari pemeriksaan tersebut, tim menemukan tanda-tanda berbagai satwa liar yang diperdagangkan di pasar, termasuk musang palem, tikus bambu, dan anjing rakun.

"Hasil ini menunjukkan tanda, tapi belum membuktikan secara pasti bahwa hewan-hewan terinfeksi. Oleh karena itu, sangat mungkin SARS-CoV-2 muncul di pasar hewan hidup." tambah Ed Holmes.

Penemuan ini memberikan salah satu tanda yang kuat bahwa COVID-19 berasal dari hewan yang dijual di pasar tersebut.

Namun, peneliti juga tetap tidak mengabaikan kemungkinan bahwa virus tersebut justru masuk ke pasar dari orang yang sudah terinfeksi.

BACA JUGA:Kenapa Tidak Ada Pengukuhan Pjs Gubernur dan Bupati Lebong? Padahal Keduanya Kembali Mencalonkan Diri

Teori Kebocoran Laboratorium

Di tengah pencarian asal-usul COVID-19, muncul pula teori kontroversial mengenai kebocoran laboratorium dari Institut Virologi Wuhan.

Teori ini menyebutkan bahwa virus mungkin bocor secara tidak sengaja saat peneliti melakukan penelitian terhadap virus tersebut.

Ada yang berpendapat bahwa virus itu bocor karena lemahnya sistem keamanan lab, sementara yang lain meyakini bahwa virus tersebut sengaja dikembangkan sebagai senjata biologis.

Namun, hingga saat ini, tidak ada bukti kuat yang mendukung kedua klaim tersebut.

BACA JUGA:Kenapa Tidak Ada Pengukuhan Pjs Gubernur dan Bupati Lebong? Padahal Keduanya Kembali Mencalonkan Diri

Holmes berpendapat, "Setiap bentuk teori kebocoran laboratorium melibatkan semacam upaya menutup-nutupi, yang bagi saya berarti itu adalah teori konspirasi."

Kategori :