Kandungan yang ada dalam tuak dapat membantu memberikan efek rileks pada pikiran dan juga memberikan ketenangan hati.
Namun, yang perlu diperhatikan, untuk tidak meminum tuak terlalu banyak karena dapat menyebabkan mabuk.
3. Mengatasi Sembelit
Mengkonsumsi makanan yang kurang serat dapat menyebabkan terjadinya sembelit atau susah buang air besar.
Selain mengatasi sembelit dengan makan makanan berserat, sembelit juga dapat diatasi dengan meminum tuak. Tuak dapat berfungsi seperti serat pada sayuran untuk membantu melancarkan buang air besar.
BACA JUGA:9 Tips Efektif Hemat Pengeluaran Bulanan, Bisa Awet Sampai Akhir Bulan, Ikuti Panduannya
4. Menyehatkan Tulang
Semakin bertambahnya usia, kesehatan tulang biasanya juga dapat melemah. Tulang dapat dapat mengalami kekeroposan dan kepadatan tulang menurun.
Untuk menjaga kepadatan tulang agar tetap terjaga, tuak dapat membantu menjaga kepadatan tulang. Kandungan vitamin pada tuak dapat mengembalikan lagi kepadatan tulang yang rapuh.
5. Mengatasi Diabetes
Meskipun berasal dari bahan yang mengandung gula, tuak dapat membantu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Dengan meminum sesuai takaran, tuak dapat menjadi salah satu minuman yang dapat membantu mengatasi diabetes.
BACA JUGA:Apel Siaga Pengawasan Kampanye Pilkada 2024, Bawaslu Ajak Masyarakat Jadi Pengawas Partisipatif
Sementara itu, sebagai informasi tambahan, tuak memiliki jenis dan kadar alkohol yang berbeda, sesuai dengan bahan asal pembuatan tuak tersebut. Beberapa jenis tuak diantaranya:
- Tuak Nira
Seperti namanya, tuak nira adalah tuak yang dihasilkan dari sadapan nira pada pohon nipah. Sebenarnya, air yang dihasilkan dari sadapan nipah ini tidak memiliki kandungan alkohol dan banyak dijual sebagai legen.
Akan tetapi, apabila sudah masuk dalam proses fermentasi, nira akan memiliki kandungan alkohol. Proses fermentasi untuk mendapatkan tuak nira ini memakan waktu beberapa hari dengan kadar alkohol sekitar 4%.