“Barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan-bulan yang dimuliakan (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), maka ia akan mendapat pahala puasa 30 hari.” (HR. Ahmad).
Selain itu, Sayyidah Aisyah RA dan Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW memperbanyak puasa di bulan-bulan haram, termasuk Rajab.
Niat Puasa Rajab
Sebelum melaksanakan puasa Rajab, niat harus dilafalkan dengan sungguh-sungguh. Berikut adalah bacaan niat puasa Rajab yang dapat diucapkan di malam hari maupun siang hari:
Niat Puasa Rajab Malam Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah ta'âlâ.”
Niat Puasa Rajab Siang Hari
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i syahri rajaba lillâhi ta'âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah bulan Rajab hari ini, sunnah karena Allah ta'âlâ.”
Tata Cara Puasa Rajab
Tata cara puasa Rajab sama seperti puasa sunnah lainnya. Berikut langkah-langkahnya:
1. Melafalkan Niat
Niatkan puasa dengan tulus di malam hari atau pagi hari sebelum waktu zuhur jika lupa.
2. Makan Sahur
Makan sahur disunnahkan untuk menjaga stamina selama berpuasa.
3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa
Hindari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
4. Segera Berbuka Puasa
Ketika waktu magrib tiba, berbukalah dengan makanan ringan terlebih dahulu, seperti kurma atau air.