BACA JUGA:Angin Segar, Jika Pembangunan Taman Remaja Rampung, Pedagang Digratiskan
- Peluruhan
Terjadi karena gesekan atau pengikisan benda berbahan plastik, misalnya peralatan rumah tangga atau cat yang mengelupas.
- Filtrasi
Ditemukan dalam sistem pengolahan air limbah yang gagal menyaring partikel kecil.
- Fragmentasi
Akibat pecahan dari degradasi kimia atau paparan sinar UV terhadap plastik.
- Buatan
Mikroplastik dari aktivitas manusia secara umum—entah disengaja atau tidak.
BACA JUGA:Kemenag Kaur Tuntas Salurkan Zakat Fitrah, Ini Rinciannya
Contoh Mikroplastik di Kehidupan Sehari-hari
Tanpa disadari, mikroplastik sering banget kita temui:
- Cucian pakaian sintetis: Ribuan serat mikroplastik terlepas setiap kali kamu mencuci baju dari bahan polyester atau nilon.
- Produk kecantikan: Sabun scrub, pasta gigi, dan body wash kadang mengandung microbeads kecil.
- Debu ban kendaraan: Ban aus melepaskan partikel halus yang bisa terhirup atau terbawa air.
- Kemasan makanan: Plastik pembungkus makanan yang rusak atau terpapar panas bisa menghasilkan mikroplastik.
- Cat dan glitter: Baik dari dinding, kendaraan, maupun make-up, semua bisa jadi sumber mikroplastik saat mengelupas.
BACA JUGA:Kemenag Kaur Tuntas Salurkan Zakat Fitrah, Ini Rinciannya
Bahaya Mikroplastik bagi Kesehatan dan Lingkungan
Dampak mikroplastik nggak main-main. Buat manusia, beberapa risikonya antara lain:
- Iritasi saluran pencernaan
- Gangguan hormon karena zat kimia dalam plastik
- Radikal bebas dan stres oksidatif
- Penurunan imunitas tubuh
- Risiko kanker jangka panjang
BACA JUGA:Tak Disangka, 5 Provinsi Ini Memiliki Cadangan Aspal yang Luar Biasa Banyaknya