- Emas asli bersifat non-magnetis, artinya tidak akan tertarik oleh magnet.
- Emas imitasi, terutama yang menggunakan campuran logam lain, seringkali bersifat magnetis.
3. Tes Kimia
- Asam Nitrat: Emas asli tidak akan bereaksi terhadap asam nitrat, sedangkan emas imitasi, terutama yang menggunakan campuran logam lain, akan berubah warna atau terkorosi saat terkena asam nitrat.
- Cuka: Emas asli tidak akan berubah warna jika diteteskan cuka, sedangkan emas imitasi, terutama yang menggunakan campuran logam lain, dapat berubah warna.
BACA JUGA:KUR BCA 2025 Plafon Rp 50 Juta Untuk Mengembangkan Usaha, Simak Syarat Terbaru
4. Uji Fisik
- Menggosok: Emas asli tidak akan meninggalkan bekas atau berubah warna saat digosok dengan telapak tangan atau kertas.
- Menggigit: Emas asli adalah logam yang cukup lunak dan akan meninggalkan bekas saat digigit, terutama pada emas dengan kadar tinggi.
- Menggoreskan: Emas asli tidak akan meninggalkan bekas atau berubah warna saat digoreskan pada keramik.
BACA JUGA:7 Keturunan Bisa Masuk Surga jika Rajin Baca Surat Ini, Rahasia dari Gus Baha
5. Periksa Berat dan Kepadatan
- Emas asli memiliki berat dan kepadatan yang lebih tinggi dibandingkan logam lain.
6. Tes Konduktivitas Panas
- Emas asli memiliki kemampuan menghantarkan panas yang baik.
7. Perhatikan Suara
- Emas asli menghasilkan suara dering yang nyaring dan panjang saat dipukul.
BACA JUGA:Geser Tahta Google dan Perak, Ini Raja Aset Terbesar di Dunia Hari Ini