Ketika kondisi tidak menentu, emas dianggap lebih stabil dibandingkan instrumen keuangan lainnya.
- Inflasi yang Meningkat
Saat harga barang dan jasa terus naik, daya beli mata uang bisa melemah.
Dalam situasi ini, emas sering dijadikan pelindung nilai terhadap inflasi, karena nilainya cenderung tetap atau bahkan meningkat.
- Fluktuasi Nilai Tukar Mata Uang
Harga emas internasional umumnya dihitung dalam dolar AS. Ketika nilai dolar melemah, harga emas cenderung naik sebagai penyeimbang. Ini menjadi salah satu alasan mengapa harga emas bisa berubah drastis dalam waktu singkat.
BACA JUGA:Dorong Perputaran Ekonomi Grassroot, BRI Salurkan Kredit di Segmen Mikro Sebesar Rp632,22 Triliun
- Kebijakan Moneter Global
Langkah-langkah seperti penurunan suku bunga oleh bank sentral membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor, karena imbal hasil dari aset lain menjadi kurang kompetitif.
- Kondisi Pasokan Emas
Produksi tambang dan pasokan emas dari hasil daur ulang juga memengaruhi harga. Ketika pasokan terbatas namun permintaan tinggi, harga pun cenderung melambung.
BACA JUGA:Kejaksaan Negeri Kepahiang Tahan Mantan Sekretaris DPRD Kepahiang dan 2 Orang Bendahara
Dengan kondisi seperti ini, masyarakat disarankan untuk lebih cermat dalam memantau perkembangan harga emas.
Baik untuk keperluan investasi, pembelian perhiasan, maupun persiapan mahar pernikahan, memahami tren harga emas dapat membantu dalam membuat keputusan keuangan yang lebih bijak.