BACA JUGA:Banyak Kasus, Pemuda di Bengkulu Utara Babak Belur Dihajar Massa
Menurut Ustadz Dhanu, bengkaknya jantung bukan disebabkan oleh kemarahan yang diluapkan, melainkan justru karena kemarahan yang dipendam dalam diam.
Orang yang memendam emosi seringkali dianggap sabar oleh orang lain. Namun, ia menegaskan bahwa kesabaran tersebut hanyalah penilaian manusia.
“Di hadapan Allah, dia tetap marah, meskipun diam,” ujarnya menutup penjelasan.
BACA JUGA:Aturan Baru, Biaya Hotel Perjalanan Dinas ASN Rp 9,3 Juta per Malam
Sementara itu, jika mengacu pada perspektif nonmedis seperti yang disampaikan oleh Ustadz Dhanu ini, mengatasi jantung bengkak juga bisa dilakukan dengan cara mengelola emosi, terutama amarah yang dipendam. Berikut rinciannya:
1. Belajar mengungkapkan perasaan dengan cara sehat
Bicarakan dengan orang yang dipercaya atau lewat sesi konseling agar emosi tidak terus-menerus dipendam.
2. Memaafkan dan merelakan
Melatih diri untuk memaafkan orang lain (terutama pasangan atau orang tua) agar hati lebih tenang.
3. Perbanyak ibadah dan introspeksi diri
Mendekatkan diri kepada Allah agar emosi dapat dikelola dengan baik dan hati lebih lapang menerima kenyataan.
4. Kenali batas kesabaran yang sehat
Menjadi sabar bukan berarti menahan semua rasa tanpa solusi. Belajar membedakan antara sabar dan memendam luka secara tidak sehat sangat penting untuk kesehatan jiwa dan raga.
Semoga cara mengelolah emosi agar tidak terjadi bengkak jantung ini bisa dipahami, ya!
BACA JUGA:Mobil Bekas Harga Rp50 Juta yang Cocok untuk Pria Maskulin, Pajaknya Murah
Putri Nurhidayati