BACA JUGA:Masjid Agung Baitul Hikmah, Tempat Wisata Religi di Kepahiang
Gurabesi tumbuh menjadi tokoh penting yang kelak membantu Raja Tidore dan bahkan menikahi putri Sultan Tidore, Boki Taiba. Hubungan ini mempererat jalur budaya antara Papua dan Maluku.
Sementara itu, batu Kapatnai masih dijaga sampai sekarang oleh masyarakat setempat. Batu ini dianggap sakral dan disimpan di dalam bangunan khusus di Kali Raja.
Dibungkus kain putih dan dilindungi kelambu, batu ini rutin dimandikan dalam upacara adat yang dilakukan setiap tahun.
BACA JUGA:4 Rekomendasi Tempat Wisata di Palembang untuk Libur Lebaran 2025, Dijamin Seru
Uniknya, upacara ini dihadiri oleh keturunan para raja, baik yang beragama Islam maupun Kristen. Bagi masyarakat Raja Ampat, ritual ini tidak hanya mengenai tradisi, akan tetapi juga simbol persatuan dan toleransi yang terus dijaga.
Jadi jika kamu berpikir Raja Ampat hanya menarik karena lautnya yang bening dan spot snorkeling-nya yang luar biasa, kamu perlu tahu bahwa tempat ini juga punya cerita lama yang masih hidup sampai sekarang.
Dari tujuh telur ajaib hingga empat raja, semuanya jadi bagian dari sejarah yang membentuk identitas Raja Ampat, nah dari cerita dan sejarahnya tentunya disayangkan menegenai aktivitas tambang nikel diduga merusak ekosistem di Raja Ampat, Papua Barat Daya yang belakangan ini menjadi sorotan.
BACA JUGA:5 Tempat Wisata yang Kasih Promo Tiket Masuk saat Libur Lebaran 2025, Catat Tanggalnya
Banyak masyarakat di media sosial yang mengampanyekan narasi 'Save Raja Ampat'. Dalam unggah yang beredar di medsos disebutkan bahwa Raja Ampat terancam dengan aktivitas tambang nikel mengancam ekosistem di Pulau Kaw, Pulau Gag, Pulau Manuran. Desakan untuk menghentikan tambang nikel di Raja Ampat pun ramai disuarakan.
Semoga aktivitas tambang ini segera dihentikan sehingga kelestarian alam, keindahannya tetap terjaga hingga cucu-cicit kita ikut merasakan pesona Raja Ampat., #SaveRajaAmpat
BACA JUGA:7 Tempat Wisata Hits dan Murah di Wonogiri, Ada Pantai hingga Wisata Kuliner yang Wajib Dikunjungi
(Sheila Silvina)