Iklan RBTV

29 Paket Proyek Rp35,3 Miliar Masuk Lelang, Pembangunan di Bengkulu Utara Mulai Dikebut

29 Paket Proyek Rp35,3 Miliar Masuk Lelang, Pembangunan di Bengkulu Utara Mulai Dikebut

Kepala Bagian PBJ Setdakab Bengkulu Utara, Agus Sulaiman--

BENGKULU UTARA, RBTVCamkoha.com - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara mulai mempercepat proses pengadaan proyek fisik Tahun Anggaran 2026. Hingga 7 Juli 2026. Sebanyak 29 paket pekerjaan dengan total nilai mencapai Rp35,3 miliar telah diajukan OPD ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab untuk diproses melalui tender.

Percepatan pengadaan dilakukan agar pekerjaan fisik dapat dimulai lebih awal, sehingga pelaksanaan pembangunan tidak menumpuk di akhir tahun anggaran.

Kepala Bagian PBJ Setdakab Bengkulu Utara, Agus Sulaiman, mengatakan, dari total paket yang diajukan, sebagian telah menuntaskan proses pengadaan, sementara sisanya masih berjalan sesuai tahapan yang berlaku.

BACA JUGA:Kata Direktur PDAM Tirta Tebo Emas Tentang Penyebab Warga Lebong Utara Krisis Air Bersih

"Saat ini sudah ada 10 paket yang selesai proses pengadaannya. Paket tersebut berasal dari Dinas PUPR dan Sekretariat Daerah, sedangkan paket lainnya masih dalam proses sesuai jadwal yang telah ditetapkan," ujar Agus, Selasa (7/7).

Dari 29 paket yang masuk, Dinas PUPR menjadi OPD dengan jumlah usulan terbanyak, yakni 22 paket. Selebihnya berasal dari Badan Kesbangpol dua paket, Dinas Kesehatan satu paket, RSUD Arga Makmur satu paket, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, satu paket, Dinas Perkebunan satu paket, serta Sekretariat Daerah satu paket.

BACA JUGA:Cek di Sini, Simulasi Angsuran KUR BRI Pinjaman Rp 150 Juta

Agus menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menargetkan seluruh proses lelang dapat diselesaikan pada akhir Juli 2026. Dengan demikian, pekerjaan fisik di lapangan dapat segera dimulai dan tidak mengalami keterlambatan.

"Target kami seluruh proses lelang selesai pada akhir Juli. Dengan begitu pelaksanaan pekerjaan fisik bisa lebih cepat dimulai sehingga penyerapan anggaran juga dapat berjalan lebih optimal," jelasnya.

Menurutnya, percepatan pengadaan menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan pembangunan. Semakin cepat kontrak pekerjaan ditandatangani, semakin besar peluang proyek selesai tepat waktu dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

BACA JUGA: KPK Titip Bupati Rejang Lebong Non Aktif M.Fikri Thobari dan Eks Kadis PUPR Hary Eko di Rutan Bengkulu

“Kita berharap langkah percepatan ini mampu mendorong realisasi anggaran sejak awal semester kedua, sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan,” tandas Agus.

 

(Novan Alqadri)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait