Iklan RBTV

Antisipasi Kekeringan, Dinas Pertanian Mukomuko Petakan Lahan Rawan dan Minta Petani Hemat Air

Antisipasi Kekeringan, Dinas Pertanian Mukomuko Petakan Lahan Rawan dan Minta Petani Hemat Air

Musim kemarau, petani diminta hemat air.--

MUKOMUKO, RBTVCamkoha.com – Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko mulai bergerak cepat mengantisipasi potensi kekeringan yang diprediksi melanda di pertengahan tahun ini. Langkah ini diambil menyusul adanya peringatan dini terkait dampak perubahan iklim.

Saat ini, pemetaan tengah dilakukan dan fokus utama antisipasi kekeringan wilayah yang terdampak yakni tanaman padi sawah tadah hujan. 

Wilayah sawah tadah hujan di Kabupaten Mukomuko berada di Kecamatan Ipuh dan Malin Deman. Dengan luasan lahan mencapai 200 hektar, dan sumber air yang mengairi lahan tersebut dari sumur bor bantuan pemerintah daerah dan bws sebanyak 11 titik. 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, mengatakan pihaknya sudah menerima informasi terkait kemungkinan terjadinya musim kering pada bulan-bulan ini. 

BACA JUGA:Link Daftar Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Merdeka, Kuota Terbatas

“Memang dari awal sudah ada prediksi akan ada dampak perubahan iklim. Diprediksi di bulan-bulan ini akan masuk musim kering. Nah kalau memang benar terjadi, Dinas Pertanian Mukomuko akan memetakan wilayah-wilayah yang punya potensi terdampak perubahan iklim itu,” ujar Hari.

Menurutnya, pemetaan dilakukan untuk mengetahui area persawahan mana saja yang paling rentan kekurangan pasokan air. Data itu nantinya akan jadi dasar dalam penentuan langkah penanganan lebih lanjut.

Selain itu, dinas juga terus mengingatkan para petani agar lebih bijak dalam mengelola sumber daya air di lahan mereka. 

BACA JUGA:Apakah Hujan Meteor Perseid dan Kappa Cygnid Berbahaya bagi Manusia?

“Imbauan kami kepada petani, harus benar-benar bijak dalam menggunakan air. Karena padi itu bukan tanaman air, tapi dia tetap butuh air untuk tumbuh" tegas Hari.

Ia menjelaskan, meskipun padi tidak hidup di dalam air seperti tanaman padi sawah tadah hujan, kebutuhan air pada masa tanam dan pertumbuhan tetap menjadi kunci keberhasilan panen.

"Kami berharap dengan adanya persiapan sejak dini, dampak kekeringan bisa ditekan seminimal mungkin sehingga produksi pangan di daerah tidak terganggu,"pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: