Sejak Fenomena El Nino, Peristiwa Karhutla di Bengkulu Tengah Hanguskan 18,5 Hektar Lahan
Peristiwa Karhutla di Kabupaten Bengkulu Tengah--
BENGKULU TENGAH, RBTVCamkoha.com - Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BENGKULU TENGAH, kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sudah terjadi sebanyak lima kali, sejak fenomena el nino terjadi Juli 2026.
Adapun luas lahan yang terbakar mencapai luas 18,5 hektare, baik areal perkebunan kelapa sawit maupun areal perkebunan tanaman campur dan lahan kosong.
BACA JUGA:Mantan Dirut PT RSM Divonis Hakim Hukuman 26 Bulan Penjara dan Denda Rp 2 M
Adapun sebaran karhutla yang terjadi di Bengkulu Tengah, yakni di:
Desa Pondok Kubang Kecamatan Pondok Kubang seluas 7 hektare, dengan kerugian mencapai Rp 15 juta yang terjadi pada 26 Juli 2026.
Desa Linggar Galing Kecamatan Pondok Kubang, yakni seluas 1 hektare yang terjadi pada 14 Agustus 2026.
Desa Bajak I Kecamatan Taba Penanjung, dengan luas mencapai 2,5 hektare dengan kerugian Rp 6 juta, yang terjadi pada 22 Agustus 2026.
Dan yang terakhir terjadi selama dua hari, yakni pada 29 & 30 Agustus 2026 di Desa Lagan Bungin Kecamatan Semidang Lagan, dengan luasan lahan capai 8 hektare hingga ditaksir kerugian mencapai Rp 100 juta.
BACA JUGA:Seluma Dikepung Ancaman Karhutla, Armada Damkar Hanya 3 Unit yang Siap Tempur
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bengkulu Tengah Siswandi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Al Ihwan menegaskan kepada pemilik lahan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Kami tegaskan pemilik lahan untuk tidak membakar lahannya untuk kepentingan pribadi, dikarenakan ada aturan ketat yang bisa menjarat pelaku Karhutla dipenjara dan bahkan dikenakan denda yang cukup besar," tegas Al Ihwan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

