Inilah Provinsi Penyumbang TKI Terbanyak, Ada yang Capai 53,3%
Provinsi dengan TKI Terbanyak--
Hal ini membuat penduduknya lebih mudah mendapatkan akses informasi, pelatihan, serta peluang untuk berangkat bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi.
Menariknya, di luar Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) juga konsisten menjadi salah satu penyumbang pekerja migran terbanyak sejak tahun 2023. Provinsi ini dikenal memiliki budaya merantau yang kuat serta jaringan sosial yang luas di negara tujuan seperti Malaysia dan Timur Tengah.
Pekerja Migran Tak Lagi Didominasi Daerah Tertentu
Masih berdasarkan data Sakernas 2024, sekitar 53,3% pekerja migran berasal dari wilayah perkotaan, sedangkan 46,7% lainnya dari pedesaan.
Angka ini menunjukkan bahwa fenomena bekerja ke luar negeri kini sudah menyentuh berbagai lapisan masyarakat, bukan hanya mereka yang berasal dari daerah pedalaman atau dengan ekonomi rendah.
Artinya, menjadi pekerja migran kini dipandang tak hanya ebagai “jalan keluar” dari kemiskinan, tetapi juga sebagai strategi peningkatan kualitas hidup.
BACA JUGA:3 Merek Ponsel Paling Laris Tahun 2025, Jadi Favorit Sejuta Umat
Malaysia, Magnet Utama TKI Indonesia
Jika berbicara soal negara tujuan, Malaysia masih menjadi favorit utama bagi pekerja migran Indonesia.
Sekitar 46,3% TKI atau 209.500 orang pernah bekerja di Negeri Jiran tersebut. Kedekatan geografis, kesamaan bahasa, serta biaya hidup yang relatif rendah membuat Malaysia menjadi pilihan yang logis bagi banyak calon TKI.
Di posisi berikutnya ada Arab Saudi, yang menampung sekitar 13% atau 56.600 pekerja Indonesia, diikuti oleh Taiwan (9,2%), Singapura (8,5%), dan Hong Kong (3,8%).
BACA JUGA:Truk Sawit Gagal Menanjak Terjun ke Jurang, Apakah Ada Korban?
Negara-negara ini menawarkan beragam sektor pekerjaan mulai dari rumah tangga, manufaktur, hingga jasa kesehatan.
Namun, tingginya minat bekerja di Malaysia juga membawa tantangan tersendiri. Masalah seperti perekrutan tidak adil, pelanggaran kontrak, hingga kkerasan di tempat kerja masih menjaid isu serius yang dihadapi para pekerja Indonesia.
Untuk itu, pemerintah Indonesia berupaya memperkuat perlindungan bagi warganya di luar negeri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


