Titik Rawan Macet dan Kecelakaan Jalur Mudik Lebaran 2026 di Lampung
Macet saat Mudik--
BACA JUGA:Pendaftaran Dibuka Terbatas! Ayo Ikut Belajar Editing Bersama RBTV, Peserta Full Praktik
Bukan hanya jalur arteri dan pasar tumpah, namun Menhub juga menyoroti potensi kepadatan di kawasan wisata yang biasanya ramai setelah Hari Raya.
"Lalu yang perlu perhatian khusus di tempat wisata biasanya setelah Lebaran pasti masyarakat berubah tujuan ke tempat wisata. Jadi kami harapkan pemerintah daerah untuk antisipasi ini karena cukup berdampak saat Lebaran," kata Menhub Dudy.
Adapun sejumlah destinasi wisata di Lampung Selatan yang diprediksi padat antara lain Pantai Arang, Pantai Semukuk, Pantai Kedu, Pantai Kedu Warna, Pantai Minang Rua, Pantai Way Muli, Air Terjun Way Tebing Cepa, serta Makam Radin Inten.
Sedangkan untuk di Kota Bandar Lampung, potensi kepadatan berada di Museum Lampung, Taman Wisata Lembah Hijau, Lengkung Langit Dua, dan sejumlah lokasi wisata lainnya.
BACA JUGA:Pemkab Lebong Mutasi 80 Kepala Sekolah, Ini Daftar Kepala Sekolah yang Dilantik
Titik Rawan dan Kondisi Jalan di Lampung saat Mudik
Polda Lampung memetakan 45 titik rawan kecelakaan dan 102 titik jalan rusak menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Irjen Pol Helfi juga mengingatkan kepada pemudik untuk mewaspadai sejumlah titik jalan rusak dan titik rawan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah Lampung.
Seperti di Kabupaten Lampung Tengah terdapat titik jalan rusak di 40 lokasi, dan Lampung Selatan 8 titik rawan kecelakaan di sepanjang Jalinsum (Jalan Lintas Sumatera) dan Jalintim (Jalan Lintas Timur).
"Keamanan dan keselamatan masyarakat (pemudik) dalam menjalankan ibadah dan merayakan Idulfitri menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban di jalan raya selama periode Ramadhan dan Idul Fitri," kata Irjen Pol Helfi.
BACA JUGA:Harga Tiket Bus PO Haryanto untuk Mudik Lebaran 2026 dan Cara Pemesanannya
Puncak Mudik dan Macet
Selain itu, Polda Lampung juga memprediksi puncak arus mudik pada Lebaran 2026 yang diprediksi terjadi pada 17-18 Maret mendatang. Sementara untuk arus balik diperkirakan berlangsung pada 24-28 Maret
Adapun salah satu fokus utama, yakni manajemen rekayasa lalu lintas pun disiapkan menuju kawasan Pelabuhan Bakauheni.
Bahkan, Polda Lampung telah menyiapkan skenario, termasuk penggunaan stiker untuk filterisasi kendaraan di buffer zone dan penerapan delaying system.
"Jika terjadi antrean kendaraan di luar pelabuhan hingga melebihi 4 kilometer (kategori zona merah), kendaraan akan diarahkan ke kantong-kantong parkir di 8 rest area tol jalur B maupun sejumlah rumah makan di jalur arteri untuk mencegah penumpukan kendaraan di area dermaga," terangnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


