Nggak Main-main, Ekonomi Maluku Utara di Topang dari Harta Karun Ini
--
Sejak dikelola oleh PT Nusa Halmahera Minerals pada tahun 2020 lalu, Tambang Emas Gosowong berhasil meningkatkan cadangan Emas menjadi 1,4 juta ons dan sumber daya senilai Rp70-80 triliun.
Jadi, dengan cadangan emas tersebut, membuat tambang ini diperkirakan dapat bertahan hingga 10 tahun ke depan.
BACA JUGA:Kalimantan Timur Penguasa Harta Karun Emas Hitam Terbesar di RI
Tambang Nikel Terbesar di Maluku Utara
Tambang nikel terbesar di Maluku Utara adalah PT Weda Bay Nickel (WBN) yang berlokasi di Halmahera Tengah dan Timur, serta PT Halmahera Persada Lygend (HPL) di Pulau Obi, Halmahera Selatan.
Dengan demikian, kedua proyek tersebut menjadi bagian dari pusat industri pengolahan nikel utama di Indonesia untuk bahan baku baterai kendaraan listrik.
Ya, PT. Halmahera Persada Lygend merupakan tambang nikel terbesar yang berada di Maluku Utara.
Proyek ini dimiliki oleh Ningbo Lygend Mining. Pada tahun 2023, tambang tersebut mampu menghasilkan 95,18 ribu ton nikel.
BACA JUGA:5 Game Penebar Cuan yang Bisa Dicairkan ke DANA, Pasti Untung
Putri Nurhidayati
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

