2 Cara Mengatasi Penyakit Anthracnose pada Tanaman Kelapa Sawit
--
NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Penurunan produksi kelapa sawit disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penyakit Anthracnose pada tanaman tersebut.
Serangan penyakit Anthracnose yang menyerang tanaman kelapa sawit diketahui memiliki pengaruh yang besar terhadap produktifitas dan kualitas kelapa sawit.
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) sebagai tanaman penghasil minyak sawit dan inti sawit merupakan salah satu primadona tanaman perkebunan yang menjadi sumber penghasil devisa non migas bagi Indonesia.
Cerahnya prospek komoditi minyak sawit dalam perdagangan minyak nabati dunia telah mendorong Pemerintah Indonesia untuk memacu pengembangan ekspor minyak kelapa sawit.
BACA JUGA:Jangan Sampai Menyesal, Ini 4 Ciri Bibit Kelapa Sawit yang Bagus Menurut Ahli
Namun kendala yang sering terjadi dilapangan adalah produksi kelapa sawit yang tidak stabil, naik turun. Salah satunya adalah penyakit Anthracnose yang kerap muncul pada bibit kelapa sawit.
Mengatasi penyakit Anthracnose (Botryodiplodia spp.) pada bibit kelapa sawit melibatkan kombinasi kultur teknis atau kebersihan dan jarak tanam, serta juga melibatkan bahan kimiawi (fungisida).
Langkah utama dalam mengatasi penyakit ini adalah dengan memangkas bagian daun yang terinfeksi, menyemprotkan fungisida berbahan aktif seperti benomyl atau carbendazim, serta mengurangi kelembaban di area pembibitan untuk mencegah penyebaran jamur lebih lanjut.
BACA JUGA:Daftar Universitas Beasiswa SDM Sawit, Kuliah Gratis dan Dapat Uang Saku-Buku
Cara Mengatasi Penyakit Anthracnose Kelapa Sawit secara Efektif
Berikut ini adalah cara mengatasi penyakit anthracnose secara efektif:
1. Tindakan Kuratif (Pengobatan)
- Segera potong daun bibit yang terserang berat dan bakar atau buang jauh dari pembibitan agar tidak menular.
- Semprotkan fungisida secara merata. Gunakan bahan aktif yang efektif meliputi Benomyl, Methyl Tiofanat, Carbendazim, atau Thiabendazole.
- Penyemprotan dithane-m-45 dengan dosis yang dianjurkan (misalnya air) dapat membantu menekan perkembangan bercak nekrosis.
- Lakukan penyemprotan rutin setiap minggu sekali, terutama jika kondisi lingkungan lembap atau setelah hujan.
2. Tindakan Preventif (Pencegahan)
- Jangan mengatur jarak antar polibag terlalu rapat, terutama di main nursery. Hal ini supaya sirkulasi udara dapat bekerja dengan baik dan mengurangi kelembaban, yang merupakan pemicu jamur.
- Hindari sistem irigasi yang membasahi seluruh daun secara berlebihan, karena percikan air membantu penyebaran spora jamur.
- Bersihkan gulma di sekitar polibag yang dapat menjadi inang alternatif penyakit.
- Berikan pemupukan yang cukup, terutama unsur Nitrogen dan Kalium, untuk meningkatkan ketahanan bibit.
Nah, itulah cara mengatasi penyakit anthracnose pada tanaman kelapa sawit. Sementara itu, untuk pengendalian tambahan, petani dapat menggunakan GDM Spesialis Sawit untuk menjaga kesehatan bibit dan meningkatkan imun dari serangan patogen.
Kemudian juga dapat mengaplikasikan fungisida dengan bahan aktif Difeconazol dan Propikonazol yang terbukti efektif menekan bercak daun. Sebab, penyakit ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, sehingga pemeliharaan yang baik adalah kunci.
BACA JUGA:9 Provinsi Penghasil Kelapa Sawit Terbesar di Indonesia, Ada Daerahmu?
(Putri Nurhidayati)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

