Iklan RBTV

Sebut Bangunan KDMP di Tengah Hutan, Pembuat Video Viral Minta Maaf ke Warga Sungai Petai Kabupaten Seluma

Sebut Bangunan KDMP di Tengah Hutan, Pembuat Video Viral Minta Maaf ke Warga Sungai Petai Kabupaten Seluma

--

SELUMA, RBTVCamkoha.com – Tiga pemuda asal Desa Taba, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma, akhirnya mendatangi pemerintah desa dan tokoh masyarakat Desa Sungai Petai untuk meminta maaf atas video viral yang mereka buat.

Ketiganya secara sadar mengakui kesalahan setelah menyebut bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di desa tersebut berada di tengah hutan.

Pertemuan dan proses mediasi permohonan maaf tersebut berlangsung di lokasi bangunan KDMP Desa Sungai Petai, Kecamatan Talo Kecil.

BACA JUGA:Cek! Ini Daftar Harga LSUV Juli 2026, Masih Ada yang Rp 200 Jutaan

Salah satu pemuda pembuat video, Deri (25), menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula saat mereka sedang mencari buah durian dan baru pertama kali melintasi jalan di area tersebut.

Ia mengaku tidak mengetahui bahwa di area atas dekat bangunan tersebut ternyata masih terdapat permukiman warga.

"Kami semula hanya iseng membuat story (media sosial) dan tidak menyangka bakal viral seperti ini. Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Desa Sungai Petai. Permohonan maaf ini murni kesadaran kami sendiri," ujar Adi (28), rekan Deri yang suara tawanya terdengar renyah dalam video viral tersebut

BACA JUGA:Polres Seluma Gelar Penandatanganan Pakta Integritas, Kapolres: Ini Komitmen Moral, Bukan Seremonial!

Kepala Desa Sungai Petai, Rendi, menyambut baik iktikad baik dan kesadaran para pemuda tersebut untuk mengklarifikasi kekeliruan informasi yang beredar. 

Selain meminta maaf, para pemuda tersebut juga berkomitmen untuk menghapus unggahan video yang dinilai telah menyudutkan fasilitas di desa tersebut.

Berdasarkan pengecekan langsung di lapangan, narasi video yang menyebut bangunan KDMP berada di tengah hutan terbukti tidak akurat. 

Fasilitas KDMP tersebut nyatanya hanya berjarak sekitar 150 meter dari area perumahan warga. Posisinya berada di kawasan permukiman antara Dusun I Transbandep dan Dusun II Desa Sungai Petai, serta dibangun di atas lahan sisa transmigrasi seluas seperempat hektare.

BACA JUGA:Tradisi Warga Bermani Ulu Rejang Lebong, Wujud Syukur di Bulan Muharram

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait