Kata Direktur PDAM Tirta Tebo Emas Tentang Penyebab Warga Lebong Utara Krisis Air Bersih
--
LEBONG, RBTVCamkoha.com – Warga Kecamatan LEBONG Utara dan sekitarnya mengeluhkan kurangnya suplai air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Salah seorang warga Kecamatan Lebong Utara yang enggan diwawancarai secara visual mengaku harus membeli air bersih yang diangkut menggunakan bak penampung air.
Air bersih tersebut dibeli dengan harga Rp.70.000 ribu per tangki yang berisi sekitar 500 liter lebih.
Langkah tersebut terpaksa dilakukan karena pasokan air dari PDAM Tirta Tebo Emas sering tidak mengalir hingga berhari-hari.
BACA JUGA:Jenazah Mr X di Aliran Sungai Ketapang Adalah Laki-laki yang Punya Tattoo di Bagian Lengan Kiri Atas
Menanggapi keluhan warga yang kekurangan suplai air bersih tersebut, Direktur PDAM Tirta Tebo Emas Kabupaten Lebong, Wilyan Bachtiar memberikan jawaban.
Wilyan Bachtiar menjelaskan bahwa krisis air bersih ini disebabkan sumber mata air busnau yang berada di Kecamatan Lebong Utara mengalami kerusakan parah akibat banjir pada Mei 2026 lalu.
“Satu sumber mata air kita rusak parah, lokasinya berada di sumber air busnau,” kata Wilyan.
Ia juga menjelaskan, kerusakan tersebut belum dapat diperbaiki secara menyeluruh karena keterbatasan anggaran.
Selain itu, apabila terjadi hujan lebat, kerusakan pada bagian yang telah diperbaiki kembali terulang.
BACA JUGA:Ditresnarkoba Polda Bengkulu Tangakap Wanita Penjual Narkotika di Kepahiang, 100 Paket Sabu Disita
Bachtiar menyampaikan pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu pasca terjadinya kerusakan pada sumber mata air tersebut.
PDAM Tirta Tebo Emas dijanjikan bantuan anggaran sebesar Rp.86.000.000 untuk melakukan perbaikan pada sumber mata air tersebut.
“Kita dijanjikan bantuan dari pemerintah provinsi senilai Rp 86 juta, namun setelah 3 bulan berlalu anggarannya saat ini belum direalisasikan,” jelas Wilyan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


