Iklan RBTV

Masalah Krusial SDN 114 Seluma yang Berlarut-larut Tak Kunjung Tuntas, Padahal Sudah Berdiri 43 Tahun Silam

 Masalah Krusial SDN 114 Seluma yang Berlarut-larut Tak Kunjung Tuntas, Padahal Sudah Berdiri 43 Tahun Silam

--

SELUMA, RBTVCamkoha.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 114 Seluma yang berlokasi di Kelurahan Lubuk Kebur, Kabupaten Seluma, Bengkulu, rupanya memiliki masalah krusial alias genting yang tak kunjung tuntas.

Di Tahun Ajaran Baru 2026/2027, SDN 114 Seluma yang hanya mendapatkan satu orang murid ini, ternyata belum mengantongi sertifikat tanah atas nama sekolah itu sendiri, padahan sekolah ini sudah beroperasi sejak 1982 lalu.

Berdasarkan hasil penelusuran pihak sekolah, dokumen lahan yang ditempati SDN 114 Seluma saat ini ternyata masih tercatat di bawah wewenang Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII.

BACA JUGA:Nanik S Deyang Ungkap Alasan Mundur dari Jabatan Kepala BGN

Status kepemilikan aset yang belum clear ini menjadi dinding penghalang bagi kemajuan sekolah selama bertahun-tahun dan dampak tidak adanya sertifikat ini sangat fatal.

Pihak sekolah kerap menemui jalan buntu saat mengajukan program bantuan rehabilitasi gedung maupun pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) dari pemerintah pusat.

Kementerian terkait mensyaratkan adanya sertifikat lahan resmi sebagai syarat mutlak pencairan dana bantuan.

BACA JUGA:Ruko Milik Pak Lurah Jadi Sasaran Pencurian, Instalasi Listrik Dicabut lalu Dibawa Kabur

Kepala SDN 114 Seluma, Andreas, membenarkan kendala tersebut.

Pihak sekolah kini tengah berupaya melakukan langkah jemput bola, agar proses hibah tanah dari Kementerian Pekerjaan Umum agar bisa segera terealisasi.

"Iya, sekolah kami memang belum ada sertifikat tanahnya, dikarenakan sekolah ini wilayahnya Balai Wilayah Sungai Sumatera VII. Kemarin kami sudah bertemu dengan pihak Balai, mereka sudah menyampaikan dan mereka sudah mengukur ulang, nanti berkasnya akan dibawa lagi ke Kementerian PU," ujar Andreas.

BACA JUGA:Pedagang Sapu Keliling Ditemukan Meninggal Dunia Dalam Rumah Kontrakan

Ia juga menambahkan karena hambatan terbesar sekolahnya untuk berkembang, adalah masalah administrasi ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait