Iklan RBTV

Ilmuwan Prediksi Waktu Kekeringan Ekstrem Global, Bisa Ancam 750 Juta Orang

Ilmuwan Prediksi Waktu Kekeringan Ekstrem Global, Bisa Ancam 750 Juta Orang

--

NASIONAL, RBTVCamkoha.com – Informasi terkait prediksi akan terjadi kekeringan ekstrem secara global makin sering terdengar. Kapan terjadinya? Simak penjelasan berikut.

Ya, para ilmuan memprediksi akan terjadi kekeringan ekstrem secara global. Hal itu diprediksi terjadi seiring naiknya temperatur bumi akibat perubahan iklim.

BACA JUGA:Kapolresta Bengkulu Lantik AKP. Rastiyono Sebagai Kapolsek Muara Bangkahulu

Tak bisa dipungkiri, bahwa iklim dan air di bumi mempunyai hubungan yang sangat erat.

Dengan demikian, seiring dengan perubahan iklim yang membuat temperatur di bumi perlahan naik, maka kelangkaan air global diramal bakal terjadi lebih cepat.

Sedikit informasi, kekeringan ekstrem global merupakan kondisi kekurangan air yang sangat parah dan meluas di berbagai belahan dunia, yang dipicu oleh perubahan iklim, peningkatan suhu bumi, dan anomali cuaca.

Lantas, kapan prediksi kekeringan ekstrem secara global terjadi?

BACA JUGA:Daftar Gunung Berapi Aktif di Sulawesi dan Status Terkini

Prediksi Kekeringan Ekstrem Secara Global

Menurut sebuah studi yang dikeluarkan Jurnal Nature Communications, ilmuwan mencoba memperkirakan kapan dan seberapa besar kemungkinan kelangkaan air ekstrem - atau yang disebut 'day zero drought' - akan terjadi di seluruh dunia.

"Day Zero pada dasarnya adalah waktu ketika wilayah atau kota kehabisan air," kata salah satu penulis dan profesor di IBS Center for Climate Physics, Christian Franzke.

Dalam studi itu disebutkan, kekeringan Day Zero dapat terjadi karena ada tekanan berlipat ganda pada sistem air lokal, seperti curah hujan yang rendah dan berkepanjangan, berkurangnya aliran sungai, dan meningkatnya konsumsi air. 

BACA JUGA:Daftar Gunung Berapi Aktif di NTT dan NTB, Cek Status Terkini

Adapun perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia juga menjadi salah satu faktor pendorong.
Kemudian, Franzke dan rekan penulisnya Vecchia P. Ravinandrasana mencoba memproyeksikan kelangkaan air global dengan menerapkan kerangka kerja probabilistik pada serangkaian simulasi model iklim yang memperhitungkan semua tekanan di atas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: