Iklan RBTV

Penjelasan BMKG Tentang Kabut Asap Pagi Hari di Provinsi Bengkulu

Penjelasan BMKG Tentang Kabut Asap Pagi Hari di Provinsi Bengkulu

Kabut asap di Provinsi Bengkulu--

BENGKULU, RBTVCamkoha.com - Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Provinsi BENGKULU, menyebut kualitas cuaca di Provinsi BENGKULU saat pagi hari sangat buruk, terutama dari subuh hingga pukul 09.00 WIB.

Buruknya kualitas cuaca ini disebabkan oleh kondisi asap, sehingga mengganggu pandangan saat berkendara dan menyebabkan potensi inspeksi saluran pernafasan.

BACA JUGA:Harga Pangan di Bengkulu Hari Ini, Cabai Rawit Makin Pedas

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Provinsi Bengkulu, Luhur Tri Uji Prayitno mengatakan bahwa dari pengamatan yang dilakukan pihaknya titik panas dan jumlah kebakaran diwilayah Provinsi Bengkulu sampai dengan saat ini masih jauh di bawah angka karhutla wilayah lain dan seharusnya kualitas cuaca masih terbilang aman.

BMKG menduga bahwa kondisi kabut asap ini merupakan dari Provinsi tetangga yang memang angka Karhutla lebih tinggi.

"Dilihat dari jumlah titik panas dan kasus karhutla masih terbilang aman untuk provinsi Bengkulu, namun kualitas cuaca terutama di pagi hari sangat buruk dan ini merupakan kiriman dari tetangga," sampai Luhur Tri Uji Prayitno, Rabu (2/9).

BACA JUGA:Puluhan Massa Bawa Poster Gelar Aksi Tagih Utang di Kantor Bupati Seluma

Antisipasi dampak dari buruknya kualitas cuaca saat ini, BMKG mengimbau agar masyarakat rutin menggunakan masker agar saat beraktivitas di luar rumah saat pagi hari.

"Imbauan kami dengan kondisi cuaca saat ini agar mengenakan masker jika beraktivitas di luar rumah agar tak menghirup langsung udara terutama saat pagi hari," sampainya.

Untuk diketahui, sampai saat ini tercatat ada 295 titik panas terdeteksi di wilayah Provinsi Bengkulu dengan titik lokasi terparah ada di wilayah Kabupaten Seluma, Bengkulu Selatan dan Kaur.

BACA JUGA:Gedung Dit Tahti dan Ruang Tahanan Wanita Serta Anak Polda Bengkulu Resmi Dibangun

 

(Nico Relius)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: