Dapat Warisan Hutang Rp 300 Miliar, Pemprov Bengkulu Fokus Tunaikan Janji Kepada Rakyat
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.--
BENGKULU, RBTVCamkoha.com - Mendapat warisan hutang lebih dari Rp 300 miliar dari pemerintahan masa lalu, Gubernur Helmi Hasan meminta agar pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu untuk bersabar.
Pemprov masih melakukan kajian dan penelusuran hutang tersebut termasuk hutang Dana Bagi Hasil kepada kabupaten dan kota.
Gubernur mengaku terkejut karena adanya penumpukan hutang terutama dana bagi hasil yang jumlahnya cukup fantastis mencapai Rp. 300 miliar lebih belum lagi ditambah pada sektor lain seperti hutang obat di RSMY.
Untuk tahap ini, Gubernur Helmi Hasan menyampaikan bahwa saat ini Pemprov Bengkulu masih fokus untuk menunaikan janji politik kepada masyarakat di seluruh wilayah provinsi Bengkulu. Terutama janji infrastruktur yang belum terselesaikan meskipun sebagian besar telah dilakukan pembangunan.
BACA JUGA:Jelang Pelantikan, Pengurus PWI Provinsi Bengkulu Audiensi ke Gubernur
"Helmi-Mian juga punya janji yang wajib ditepati kepada rakyat Provinsi Bengkulu mulai dari pembangunan jalan, fasilitas kesehatan hingga pendidikan sehingga sementara waktu masih fokus menunaikan kewajiban janji itu," sampai Gubernur Helmi, Rabu (2/9).
Terlepas dari hal tersebut, Gubernur menegaskan juga akan menjalankan hasil rekomendasi dari DPRD yang menginginkan audit terhadap realisasi keuangan Pemprov, dan ini merupakan momentum yang sangat baik untuk menelusuri piutang dana bagi hasil atau DBH sehingga hak dari kabupaten dan kota selama ini tidak diberikan.
"Sesuai dengan rekomendasi DPRD, kita telusuri dulu salahnya dimana, kendalanya apa dan kemana uang tersebut kok bisa hak 10 kabupaten kota yang nilainya mencapai Rp. 300 milyar tersebut tidak disalurkan," lanjut Gubernur.
BACA JUGA:Harga Pangan di Bengkulu Hari Ini, Cabai Rawit Makin Pedas
Termasuk hutang obat di RSMY, Gubernur Helmi Hasan menegaskan tidak akan membiarkan RSMY tidak beroperasi karena tidak ada obat karena harus membayar hutang yang nilainya puluhan milyar dan tentunya Pemprov akan fokus ke pelaksanaan serta pelayanan terlebih dahulu.
"Tidak mungkin kita biarkan operasional tidak berjalan hanya karena untuk membayar hutang, yang pasti kita selesaikan permasalahan saat ini, soal warisan hutang kita lakukan kajian terlebih dahulu," tandasnya.
Nico Relius
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

