Iklan RBTV

Mengenal Salawati Daud, Walikota Perempuan Pertama di Indonesia

Mengenal Salawati Daud, Walikota Perempuan Pertama di Indonesia

Mengenal Salawati Daud--

NASIONAL, RBTVDISWAY.IDSalawati Daud! jejak emas walikota perempuan pertama di Indonesia.

Dalam sejarah panjang bangsa Indonesia, peran perempuan dalam kepemimpinan sering kali tersembunyi di balik narasi-narasi besar kaum pria.

BACA JUGA:Komisi III DPRD Kota Bengkulu Sidak ke PDAM, Marliadi: Kondisi di Lokasi Begini!!!

Namun, ada sosok perempuan tangguh yang telah membuuast jejak penting di panggung politik nasional, jauh sebelum wacana kesetaraan gender menggema seperti sekarang.

Walikota adalah pemimpin sebuah kota. Meskipun memiliki kedudukan yang serupa dengan bupati, wilayah yang dipimpin keduanya berbeda.

BACA JUGA:Semua Bisa! Kuliah Gratis Melalui Program Beasiswa Sawit. Difasilitasi Rumah, Uang Saku Hingga Biaya Wisuda

Jika bupati memimpin kabupaten wilayah yang biasanya luas dan meliputi pedesaan maka walikota memimpin kota yang lebih kecil secara geografis, namun lebih padat dan terfokus pada kawasan perkotaan.

Dalam struktur pemerintahan daerah di Indonesia, posisi walikota memiliki peran strategis dalam pengambilan kebijakan, pelayanan publik, dan pembangunan kota yang berkelanjutan.

BACA JUGA:Begini Cara Pemkab Kaur Antisipasi Honorer Siluman jadi PPPK

Walikota Perempuan Pertama di Indonesia

Salah satu nama penting dalam sejarah kepemimpinan kota di Indonesia adalah Charlotte Salawati Daud. Lahir pada 20 Maret 1909, Salawati Daud menjabat sebagai Walikota Makassar pada tahun 1949.

Ia adalah perempuan pertama yang menempati posisi ini, sekaligus menjadi walikota pertama Makassar di bawah pemerintahan Republik Indonesia yang baru berdiri.

Ini merupakan pencapaian luar biasa, mengingat pada masa itu perempuan masih sangat jarang diberikan kepercayaan untuk memimpin secara formal.

BACA JUGA:Sidang Pembunuhan 2 Bocah Abiyu dan Arjuna Ditunda karena Hal Ini

Perjuangan dan Karier Politik

Salawati Daud bukan hanya seorang pemimpin daerah, ia juga seorang politisi, penulis, dan aktivis yang vokal menyuarakan hak-hak perempuan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: