Kisah Ramadhan Baginda Nabi Muhammad SAW, di Balik Perihnya Menahan Lapar Puasa
Kisah Nabi Muhammad dalam bulan ramadhan--
Pada hari kesembilan bulan Ramadan, matahari yang mulai merangkak menuju titik kulminasi Kota Madinah tampak bersiap. Sepuluh ribu orang tampak berbaris dan panas yang memanggang dan perut perih karena puasa tidak menyurutkan semangat mereka.
Setelah memanjatkan doa dan berkhotbah sebentar, Rasulullah SAW kemudian memimpin pasukan itu bergerak menuju Makkah. Ketika sampai di perbatasan Rasulullah SAW meminta untuk menyalakan api di atas bukit-bukit yang mengelilingi Makkah.
Penduduk Makkah ketakutan melihat besarnya pasukan Nabi Muhammad SAW dan menganggap bahwa ribuan obor itu akan membakar kota mereka. Hingga kalangan Quraisy pun tak mampu menghadapi pasukan tersebut dan mereka hanya bisa pasrah.
Hingga tiba memasuki kota Makkah dengan penuh wibawa dan tanpa adanya perlawanan serta pertumpahan darah.
Mula-mula, Beliau memasuki pelataran Ka'bah, bertawaf, mencium hajar aswad, bersembahyang di Ka'bah, dan menghancurkan ratusan patung dewa-dewa Arab di sekitar rumah ibadah itu.
Setelah itu Rasulullah SAW pun akhirnya menerima baiat sumpah setia dari penduduk Makkah.
Tak lebih dari dua tahun kemudian, sejumlah utusan klan tiba dari seluruh penjuru semenanjung Arab untuk menyatakan bergabung dengan Nabi Muhammad SAW. Pada tahun ini pula (10H/632M), Rasulullah SAW melaksanakan ibadah haji yang terakhir.
Putri Nurhidayati
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


