AS-China Sepakat Turunkan Tarif Bea Masuk Timbal Balik, CEO Apple Hitung Ulang Beban Biaya
Apple sangat merasakan dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan China--
NASIONAL, RBTVDISWAY.ID – Perang dagang AS-China berdampak signifikan pada perusahaan teknologi. Ini mengakibatkan beban biaya menjadi naik dikarenakan tarif bea masuk yang tinggi.
Namun, kali ini perusahaan teknologi dapat bernafas lega karena pemerintas Amerika Serikat (AS) dan China telah sepakat menurunkan tarif bea masuk timbal balik ke angkka 10% selama 90 hari ke depan.
BACA JUGA:Punya Desain Khusus, Apple Rancang iPhone All-Screen untuk Ulang Tahun ke-20
Dengan keputusan yang diambil kedua negara ini, maka menjadi angin segar bagi para perusahaan tenologi, khususnya Apple.
Dilansir dari RBTVDisway dari laman CNBC, “Saya berbicara dengan Tim Cook pagi ini, dan dari sini, saya piker dia berencana ‘menghitung ulang’ apa yang sudah direncanakan,” kata Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dari pernyataan ini dapat diartikan jika CEO Apple, Tim Cook, sedang menghitung ulang biaya beban produksi di kuartal ketiga tahun fiska 2025 (April-Juni) yang diprediksi mencapai $900 juta atau sekitar Rp 14,8 triliun.
BACA JUGA:Simulasi Kredit iPhone 15 di Akulaku Paylater Tenor 12 Bulan, Cicilan Super Ringan
“Rencana investasi Apple dalam negeri adalah $500 miliar (sekitar Rp 8.000 triliun) dan investasi itu akan dipakai untuk membangun baynya pabrik Apple di AS. Kami sangat menantikan rencana ini.” lanjut Trump.
Besarnya biaya beban produksi ini dilakukan untuk mengatasi kenaikan harga jual iPhone di pasaran.
Sebagian besar produk iPhone dibuat di China dan perang dagang antara AS-China sangat berpengaruh pada harga perangkat Apple.
Dengan kebijakan terbaru tersebut, CEO Apple ini kemungkinan akan menghitung kembali beban biaya yang akan dikeluarkan.
Namun, hingga saat ini Apple belum memberikan keterangan resmi mengenai keputusan terbaru dari tarif bea masuk timbal balik yang diterapkan oleh AS-China.
Semoga artikel ini bermanfaat menambah wawasan seputar dunia teknologi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


