Iklan RBTV

Brazil Dihujani Katak, Ternyata Ada 7.600 Spesies Katak di Dunia, Jumlahnya Terus Bertambah

Brazil Dihujani Katak, Ternyata Ada 7.600 Spesies Katak di Dunia, Jumlahnya Terus Bertambah

Spesies Katak di Dunia--

NASIONAL, RBTV.DISWAY.ID - Berbagai fenomena aneh tapi nyata belakangan ini menghebohkan dunia, salah satunya hujan hewan yakni 'hujan katak'.

Pernah nggak kamu berpikir, sebenarnya ada berapa banyak jenis katak di dunia ini? 

BACA JUGA:Apakah Boleh DC Tagih Utang ke Tempat Kerja? Ini Aturan yang Berlaku

Ternyata, dunia amfibi terutama katak dan kodok, punya jumlah spesies yang luar biasa banyak bahkan masih terus bertambah setiap tahunnya!

Hingga saat ini, para ilmuwan memperkirakan ada sekitar 7.671 spesies katak dan kodok yang telah resmi dideskripsikan secara ilmiah. 

Angka ini terus berubah karena masih banyak daerah di bumi yang belum dijelajahi sepenuhnya. 

Hutan hujan tropis, lembah tersembunyi, hingga pegunungan berkabut sering kali menjadi rumah bagi spesies katak yang belum pernah diketahui manusia.

Menariknya lagi, kelompok katak dan kodok (yang disebut dalam ilmu biologi sebagai order Anura) ternyatamencakup sekitar 88% dari seluruh spesies amfibi di dunia. Jadi, bisa dibilang, sebagian besar hewan amfibi yang kita kenal baik di sawah, kolam, atau hutan adalah katak.

BACA JUGA:Gemilang Glow Run Night RBTV X Polresta Bengkuu, Pendaftar Tercepat Dapat Hadiah Menarik

Klasifikasi Besar Dunia Katak

Kata “jenis” di sini bisa diartikan sebagai “spesies”, tapi kalau kita ingin membaginya lebih besar lagi, dunia katak terdiri dari banyak famili (keluarga). 

Dalam klasifikasi ilmiah, semua katak dan kodok modern termasuk dalam order Anura, dan dari sana terbagi lagi menjadi ratusan famili dan ribuan spesies. Beberapa contoh kelompok besar di antaranya:

- Ranidae, yaitu keluarga katak sejati seperti katak sawah atau katak hijau yang sering kamu lihat di sekitar rumah.

- Hylidae, atau yang dikenal sebagai katak pohon, terkenal karena kemampuan mereka melompat tinggi dan hidup di pepohonan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait