Dibalik Senyum Indah, Begini Duka Batin Aurelie Moeremans Usia 15, Diceritakan dalam “Broken Strings”
Aurelie Moeremans dalam kisah Broken Strings--
NASIONAL, RBTVDISWAY.ID - Aktris Aurelie Moeremans belakangan tengah viral pasca merilis buku digital berjudul Broken Strings, yang mengisahkan pengalamannya sebagai korban grooming saat usia remaja.
Dalam buku tersebut, ia menceritakan tentang pengalaman pahitnya menjadi korban grooming sejak usia 15 tahun.
Ia yang merupakan blasteran Belgia-Indonesia, kala itu baru terjun ke dunia entertainment Tanah Air, yang kemudian bertemu dengan orang-orang dewasa. Banyak kejadian kelam yang ia lewati hingga dewasa.
Namun, Aurelie baru menyadari bahwa banyak kejadian yang dialaminya adalah bentuk dari grooming, termasuk pelecehan dan pemerkosaan. Yang mana, ketika masih usia remaja, ia bahkan tidak menyadari hal tersebut karena adanya perlakukan manipulatif dari pelaku.
Lalu, apa itu grooming? Dalam kamus Cambridge, istilah ini dapat diartikan sebagai kegiatan untuk membuat penampilan menjadi bersih dan rapi, seperti menyisir rambut.
BACA JUGA:Sinyal Kuat Menteri PAN-RB Soal Jadwal Rekrutmen CPNS 2026
Namun, dalam kasus Aurelie Moeremans, grooming yang dimaksudkan adalah yang terkait hubungan dengan anak di bawah umur. Dimana, ketika seorang dewasa membangun kepercayaan dengan seorang anak dan terkadang juga dengan orang-orang di sekitar anak tersebut.
Hal ini tentu saja dengan tujuan untuk memperoleh akses dan mengontrol anak tersebut. Cara mengontrolnya adalah dengan menormalisasikan perilaku dan ekspektasi tertentu.
Efek Grooming pada Korban
Jika dilihat dari pemaparan oleh Psikolog klinis Arnold Lukito, ia membeberkan jika dampak psikologis yang bisa dialami korban grooming, salah satunya adalah ketergantungan emosional yang tak sehat. Di sini, korban seolah membutuhkan pelaku untuk merasa aman atau diterima.
Tak hanya itu, dijelaskan Arnold jika grooming juga bisa memengaruhi cara korban untuk mengidentifikasikan dirinya.
"Dalam artian, oh ternyata saya itu bisa punya hubungan seperti ini dengan orang yang jauh lebih tua," jelas Arnold.
Dampak lain yang tak kalah berat adalah munculnya rasa bersalah dan rasa malu. Yang mana jika dilihat secara psikologis, kedua emosi ini tergolong sangat kuat dan sering meninggalkan luka untuk jangka yang panjang dan berdampak buruk pada korban.
BACA JUGA:Terlibat Korupsi Tambang Rp 1,8 Triliun, Mantan Kadis ESDM Bengkulu Utara Ditahan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


