Dibalik Senyum Indah, Begini Duka Batin Aurelie Moeremans Usia 15, Diceritakan dalam “Broken Strings”
Aurelie Moeremans dalam kisah Broken Strings--
- Menggunakan bahasa seksual yang tidak orang tua duga
- Tampak sedih atau menarik diri
- Masalah kesehatan mental.
"Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah"
Dalam buku ini memuat kisah yang sangat personal dan jujur tentang pengalaman hidup Aurelie di masa remaja.
Melalui buku "Broken Strings", Aurelie membagikan cerita pahit tentang dirinya yang pernah menjadi korban grooming, manipulasi, dan kontrol sejak usia belia, serta perjalanan panjangnya menuju pemulihan.
“Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku di-grooming saat umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali lipat dariku. Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri,” tulis Aurelie lewat unggahan Instagram pada 3 Januari 2026.
Aurelie juga menegaskan jika cerita dalam buku ini ditulis sepenuhnya dari sudut pandang korban, tanpa romantisasi sedikit pun.
Sinopsis "Broken Strings"
Kisah buku ini dimulai dari masa kecil Aurelie di Belgia, ia yang tumbuh dalam kondisi ekonomi keluarga yang terbatas dan tinggal di sebuah apartemen kecil yang bahkan ia sempat mengalami perundungan dari teman-teman masa kecilnya yang populer.
Ketika pindah ke Indonesia, Aurelie mulai berkarier di dunia hiburan menjadi aktris ternama dan membantu memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya, hingga perlahan kehidupannya pun berubah.
Namun, di usia 15 tahun, dalam buku tersebut ia menceritakan jika bertemu dengan seorang pria bernama Bobby, yang usianya hampir dua kali lipat darinya.
Bobby dalam kisahnya juga sempat menjadi lawan perannya saat membintangi sebuah iklan bersama. Keakraban mulai tumbuh, yang awalnya terlihat penuh perhatian, namun perlahan mulai berubah menjadi hubungan yang penuh kontrol dan kekerasan.
Bobby menjauhkan Aurelie dari lingkungan sosial dan keluarganya dengan berbagai cara. Tak hanya itu saja, bahkan Aurelie juga kerap mengalami kekerasan verbal, fisik, dan seksual.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


