Video Call dengan WNI di Kamboja, Pemprov dan DPRD Pastikan Warga Kota Bengkulu Bisa Pulang
--
BENGKULU, RBTV.DISWAY.ID - Menindak lanjuti adanya empat orang warga Kota Bengkulu yang menjadi korban penipuan berkedok tenaga kerja Indonesia, DPRD dan Pemprov Bengkulu menggelar pertemuan lintas sektoral dengan menghadirkan masing-msaing pihak keluarg.a
Dalam pertemuan ini, DPRD dan Pemprov Bengkulu langsung menghubungi empat warga Bengkulu yang berada di Kamboja itu melalui Zoom metting untuk mendengarkan langsung penjelasan mulai dari keberangkatan hingga kondisi yang dialami para korban saat berada di Kamboja.
BACA JUGA:Hari Ini Mulai Razia Kendaraan di Kepahiang, Berikut Lokasi Sering Razia
Dari penuturan Denni, awalnya mereka dijanjikan untuk bekerja sebagai sales elektronik di Vietnam, dan berangkat menggunakan pesawat transit di Malaysia, lalu melanjutkan perjalanan jalur darat menuju Kamboja meskipun sebelumnya dijanjikan akan berangkat ke Vietnam.
Saat berada di Kamboja, empat orang ini mengaku dipaksa untuk bekerja menggunakan komputer dan menjadi admin judi online.
Rupanya bukan hanya bekerja, bila ada kesalahan, mereka akan disiksa dengan cara di pukul dan dicambuk, sehingga mereka akhirnya berhasil kabur saat tengah malam dengan menumpang mobil menuju KBRI di Kamboja.
"Kami tidak bisa mengoperasikan komputer, sehingga kami kerap melakukan kesalahan dan dipukuli hingga dicambuk," terang Deni sembari menangis saat Video Call bersama Pemprov dan DPRD, Senin (2/2).
BACA JUGA:Razia Lalu Lintas di Mukomuko, Ini Lokasinya yang Biasa Tempat Razia Kendaraan
Pasca mendengar penjelasan para korban, Pemprov Bengkulu melalui Baznas memastikan akan membiayai kepulangan para korban hingga tiba di Bengkulu mulai dari tiket dan pengurusan Visa.
"Sesuai arahan Sekda, kami akan mempersiapkan semuanya dan biaya akan kami tanggung," sampai kepala Baznas provinsi Bengkulu, Romli Ronan.
BACA JUGA:Polisi Razia Lalu Lintas hingga 15 Februari 2026, Ini Jenis Pelanggaran yang Ditindak
Sementara itu ketua komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Sembiring menegaskan pihaknya telah meminta kepada Pemprov dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas modus penipuan berkedok TKI ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


