Petani Kopi Dibikin Repot dengan Penyakit Antraknosa, ternyata Begini Cara Mengatasinya
Cara mengatasi Penyakit Antraknosa pada tanaman kopi--
NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Antraknosa adalah salah satu jenis penyakit berupa jamur yang paling merusak perkebunan kopi di seluruh daerah penanaman tropis dan subtropis.
Penyakit ini disebabkan oleh Colletotrichum gloeosporioides yang menyerang beberapa bagian tanaman kopi secara bersamaan, mulai dari daun, beri, dan ranting. Sehingga menyebabkan petani kehilangan hasil dan kualitas yang terukur jika tidak dikelola.
Tak hanya pada tanaman kopi, Colletotrichum gloeosporioides adalah patogen jamur kosmopolitan yang juga menginfeksi berbagai tanaman, termasuk mangga, pepaya, dan alpukat.
Pada kopi khususnya, jamur dapat berperilaku sebagai patogen laten tetap tidak aktif di jaringan tanaman untuk jangka waktu tertentu sebelum gejala terlihat.
Setelah kondisi berubah menjadi menguntungkan, ia akan bergeser dari tidak aktif menjadi merusak, memecah dinding sel inang menggunakan enzim dan menyebar dengan cepat melalui perkebunan.
Selain itu, terkadang penyakit ini juga disebut sebagai hawar coklat ketika menggambarkan kerusakan daun karakteristik yang ditimbulkannya pada tanaman kopi dan teh.
BACA JUGA:Sebenarnya Mana yang Lebih Sehat, Minum Teh atau Kopi?
Gejala Antraknosa pada Tanaman Kopi
Antraknosa hadir dalam tiga cara berbeda pada kopi, masing-masing mempengaruhi bagian tanaman yang berbeda. Berikut diantaranya:
- Ranting mati kembali
Kematian ranting dan cabang muda, biasanya dimulai dari ujung ranting dan berkembang ke bawah, menyebabkan layu progresif dan kematian pucuk yang terkena.
Seiring berkembangnya penyakit, sariawan yang cekung dapat terbentuk pada ranting dan cabang, melemahkan struktur tanaman secara keseluruhan. Tanaman yang sangat terinfeksi menampilkan pola karakteristik batang mati tanpa daun yang tersebar di seluruh kanopi.
- Busuk batang buah beri
Jamur juga menyerang buah beri melalui batangnya, menyebabkan batang membusuk. Buah beri yang terinfeksi menjadi layu dan berubah warna, dan banyak yang jatuh dari pohon sebelum waktunya dipanen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

