3 Karyawan PTPN VII Padang Pelawi Tersambar Petir saat Sadap Karet, 1 Tewas
Tiga orang karyawanan perkebunan karet disambar petir--
SELUMA, RBTVCamkoha.com - Hujan deras disertai petir melanda sebagian wilayah Kabupaten Seluma pada Selasa sore (21/4) sekitar pukul 15.00 wib.
Peristiwa tersebut terjadi di Afdeling VI PTPN 01 Regional 07 Unit Padang Pelawi Kecamatan Sukaraja.
Nahas, sambaran petir telah menyebabkan 1 orang meninggal dunia atas nama Parlin (37), warga Kelurahan Lingkar Barat Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu.
Sedangkan 2 korban lainnya harus mendapat penanganan medis atas nama Fazrul Hamidi (50) Desa Kayu Arang Kecamatan Sukaraja dan Idson Susanto (47) warga Desa Cahaya Negeri.
Menurut keterangan karyawan, Hasan (47) kronologis kejadian sekitar pukul 14.45 wib ketika korban atas nama Parlan beserta 2 (dua) orang temannya (Idson dan Fazrul) sedang menyadap karet di apdeling VI PTPN 01 Reg 07 Unit Padang Pelawi, tiba-tiba hujan turun disertai kilatan petir yang cukup besar,dan menyambar ke tiga korban.
BACA JUGA:Pemuda Pasar Tebat Bengkulu Utara Ditemukan Teman Kost Terbujur Kaku di Dapur Kost
Setelah kejadian tersebut didapati korban Parlan meninggal dunia di tempat dengan bekas luka bakar di bagian kepala dan dada serta dua orang lainnya mengalami luka-luka.
Sedangkan 2 rekannya yakni Fazrul Hamidi mengalami Luka di bagian lengan kanan dan korban Idson mengalami luka bakar di bagian lengan kanan dan kaki sebelah kiri.
Mendapati dua temannya dengan kondisi cedera, korban Fazrul Hamidi kemudian pergi ke Camp 56 menemui Hasan dan memberikan informasi kepada para karyawan lainnya bahwa ada yang tersambar petir di Afdeling VI, sehingga para karyawan lainnya ramai-ramai menuju ke lokasi Kejadian.
Sesampainya di lokasi kejadian, korban dibawah ke Puskesbun PTPN 01 Reg 7 dan dilakukan pemeriksaan terhadap 2 korban Parlan dan Fazrul Hamidi, sedangkan satu korban atas nama Idson Susanto telah dilarikan rekan-rekannya ke RSUD M. Yunus Bengkulu yang mengalami luka bakar di bagian lengan kanan dan kaki dibagian kiri serta mngalami sesak napas.
Sementara itu, korban atas nama Parlan yang telah meninggal dunia langsung dibawa kerumah duka di Dusun Perluasan Kecamatan Sukaraja menggunakan Ambulance NU, setelah pihak keluarga korban (Alm) menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah, dan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan langsung dituangkan dalam surat pernyataan.
Jenazah almarhum Parlan rencananya akan dimakamkan Rabu pagi di TPU Dusun Perluasan Kelurahan Sukaraja Kecamatan Sukaraja.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

