Rel Molek di Lebong Tandai Putus Diterjang Longsor, Gerbong Angkutan Logistik Terjun ke Jurang
Longsor terjadi di jalur molek Lebong Tandai--
BENGKULU UTARA, RBTVCamkoha.com - Bencana tanah longsor terjadi di jalur transportasi molek Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, tepatnya di kawasan Lubuk Derek atau Muara Lusang, Rabu (6/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan satu unit gerbong molek terjatuh ke jurang saat melintas di atas rel.
Longsor diduga berasal dari tebing di sekitar jalur yang tiba-tiba runtuh dan menimpa rel, sehingga lintasan tidak lagi aman dilalui. Akibatnya, gerbong yang tengah membawa logistik kehilangan kendali dan terjun ke bawah. Seluruh barang bawaan ikut jatuh, termasuk pengemudi yang terhempas dari gerbong.
BACA JUGA:Pemprov Ingin Makam Fatmawati Soekarno Pindah ke Bengkulu
Wakil Ketua BPD Lebong Tandai, Muhar, mengatakan kejadian berlangsung mendadak saat molek sedang melintas di titik tersebut.
“Longsor menimpa tebing di perlintasan saat molek melintas, sehingga gerbong terjun. Seluruh logistik yang dibawa ikut jatuh,” ujar Muhar.
Penjabat (Pjs) Kepala Desa Lebong Tandai, Sarkandi, menambahkan, saat kejadian tidak ada penumpang di dalam molek. Kendaraan tersebut hanya mengangkut kebutuhan logistik warga.
“Molek tidak membawa penumpang, hanya logistik belanjaan. Korban hanya pengemudi yang mengalami luka ringan, pinggangnya terkilir,” jelasnya.
BACA JUGA:Daftar Nama 15 Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Seluma yang Dimutasi Awal Mei 2026
Korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Namun hingga kini, gerbong yang terjatuh masih berada di dasar jurang dan belum dapat diangkat.
Selain itu, longsor juga menyebabkan kerusakan cukup serius pada jalur transportasi. Sekitar 12 meter rel molek dilaporkan putus, sehingga akses sementara tidak dapat difungsikan.
“Sekitar 12 meter rel putus akibat longsor, sehingga jalur belum bisa dilalui,” tambahnya.
Saat ini, pemerintah desa masih berkoordinasi dengan BPBD Bengkulu Utara untuk penanganan darurat. Di sisi lain, pihak desa juga menunggu pencairan dana darurat bencana yang direncanakan melalui dana desa tahap II guna mempercepat perbaikan.
(Novan Alqadri)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

