Rangkap Jabatan Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM, Ini Tanggapan Bahlil
Bahlil Lahadalia pegang dua jabatan sekaligus.--
NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perubahan susunan kabinet pada 1 Oktober 2026. Sejumlah pejabat baru dilantik untuk mengisi posisi penting di pemerintahan, mulai dari sektor energi, hilirisasi, keamanan hingga urusan pemerintahan.
Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara dan mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih 2024-2029.
Salah satu perubahannya adalah penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Di saat yang sama, Bahlil tetap menjalankan tugasnya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sebelumnya, Bahlil dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri ESDM pada 19 Agustus 2024 di Istana Negara.
Dengan begitu, Bahlil memegang dua jabatan sekaligus. Ia mengatakan posisi tersebut merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
BACA JUGA:Mulai Oktober, Penjual Online di 4 Marketplace Kena PPh 22
"Saya dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus merangkap jadi Menteri ESDM. Saya tahu ini adalah amanah, tanggung jawab negara yang saya harus emban," ujar Bahlil usai pelantikan.
Bahlil juga menyampaikan bahwa dirinya akan menjalankan tugas sesuai arahan Presiden Prabowo. Menurutnya, seluruh kewenangan dalam penyelenggaraan pemerintahan berada dalam koridor yang telah ditetapkan oleh kepala negara.
"Saya hanya menjalankan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Keppres (Keputusan Presiden) bapak presiden karena kita memaknai semua kewenangan tentang ketatanegaraan itu hak Bapak Presiden dan dilimpahkan para pembantu-pembantunya," ujarnya.
Kemenko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sendiri menjadi nomenklatur baru dalam Kabinet Merah Putih. Pembentukan kementerian koordinator ini berkaitan dengan penguatan koordinasi pemerintah dalam urusan hilirisasi dan transisi energi.
BACA JUGA:Harga Toyota Calya vs Daihatsu Sigra Terbaru Oktober 2026, Segini Selisihnya
Untuk sementara, Bahlil mengatakan aktivitasnya tetap akan dilakukan dari kantor Kementerian ESDM. Ia menilai sektor energi memiliki hubungan yang sangat erat dengan agenda hilirisasi.
"Kantornya akan di tetap di Kementerian ESDM, sambil kita melihat perkembangan. Karena saya melihat bahwa fokus kita kan hilirisasi, dari total investasi 100%, 90%-nya itu ada di sektor ESDM," ungkapnya Kamis (1/10).
Bahlil juga menjelaskan posisinya berbeda dengan Kemenko. Kemenko lebih berperan dalam mengoordinasikan berbagai kementerian, sedangkan ia menjalankan pekerjaan dan kebijakan secara langsung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
