202.004,30 Hektare Lahan Terbakar: Update Karhutla Indonesia Tahun 2026
Karhutla di Indonesia hingga saat ini belum teratasi sepenuhnya.--
NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Karhutla Indonesia sepanjang 2026 menunjukkan penyebaran yang semakin luas. Hingga Juli 2026, luas lahan yang terbakar sudah mencapai sekitar 202.004,30 hektare. Angka tersebut tercatat dalam sistem pemantauan Karhutla SiPongi Kementerian Kehutanan dan naik sekitar 69 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Kondisi kemudian semakin berat memasuki Agustus dan September. Musim kemarau yang panjang serta pengaruh El Nino yang sangat kuat membuat lahan lebih mudah kering dan api lebih cepat menyebar.
Namun kebakaran tidak hanya berkaitan dengan perubahan cuaca. Penggunaan lahan, pengelolaan kawasan, perizinan, hingga kondisi ekosistem gambut juga ikut menjadi bagian dari persoalan yang terjadi di lapangan.
Manajer Riset Pantau Gambut mencatat hingga pertengahan September 2026 terdapat sekitar 139.978 titik panas di kawasan Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG). Jumlah tersebut mencapai 73,6 persen dari total titik panas yang tercatat sepanjang Agustus, sekaligus sekitar 40 persen dari keseluruhan hotspot selama 2026.
BACA JUGA:Sudah 53 Ribu Tenaga Kerja Jadi Korban PHK di 2026, Terbanyak di Provinsi Ini
Dari total sebaran tersebut, sekitar 30 persen atau kurang lebih 40.000 titik panas terdeteksi berada di wilayah yang berkaitan dengan Hak Guna Usaha (HGU) dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).
Pantau Gambut menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya persoalan dalam pengawasan dan penegakan aturan di sejumlah kawasan konsesi.
Dampak kebakaran juga terasa langsung pada kesehatan masyarakat. Asap dari karhutla membawa partikel yang dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak. Kementerian Kesehatan mencatat 113.336 kasus ISPA di 63 kabupaten dan kota yang terdampak. Dari jumlah itu, sebanyak 26.545 kasus dialami anak usia balita.
Greenpeace Indonesia mencatat 3.213 titik sumber asap di Kalimantan sepanjang Agustus hingga 20 September 2026. Sebagian besar berada di kawasan gambut. Di Sumatra, terdapat 894 titik sumber asap yang ikut terpantau.
BACA JUGA:Modal Rp 60 Jutaan Bisa Bawa Pulang Mobil City Car hingga MPV Bekas, Ini Daftarnya
Pergerakan asap kemudian meluas melewati batas wilayah Indonesia. Sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Kamboja turut terdampak oleh sebaran asap.
Kondisi ini membuat karhutla bukan hanya menjadi persoalan lingkungan dan kesehatan di dalam negeri, tetapi juga memiliki dampak terhadap kualitas udara di kawasan Asia Tenggara.
Ketika api muncul, yang terancam bukan hanya hutan. Kebun masyarakat, sumber air, lahan pertanian, serta ruang hidup warga ikut berada dalam risiko.
Dengan luas terbakar yang sudah mencapai lebih dari 202 ribu hektare hingga Juli dan kondisi yang memburuk setelahnya, karhutla 2026 menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan yang menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
