Rafael Struick, Pemain Muda Keturunan Indonesia yang Bersinar di Kancah Sepak Bola Internasional
Rafael Struick--
NASIONAL, RBTVDISWAY.ID- Rafael Struick, bintang muda berdarah nusantara yang bersinar di kancah sepak bola internasional, ini profil dan kabar terbarunya.
Rafael William Struick mungkin terdengar seperti nama khas Eropa, tapi siapa sangka, darah Indonesia mengalir kental di dalam dirinya.
BACA JUGA:Shafira Devi Herfesa, Siswi SMP yang Lolos Piala Dunia Catur 2025
Lahir pada 27 Maret 2003 di Leidschendam, Belanda, Rafael punya kisah unik sebagai pesepak bola profesional yang kini membela Tim Nasional Indonesia.
Sosoknya bukan hanya dikenal karena kemampuan di lapangan, tapi juga karena latar belakang multikultural yang membuatnya terasa dekat di hati masyarakat Indonesia.
Rafael merupakan anak dari pasangan Brian Struick dan Soraya Noraly Soedito. Sang ayah merupakan warga negara Belanda keturunan Indonesia, sementara ibunya memiliki darah Suriname dan Jawa.
BACA JUGA:Pilihan Paket Internet Haji 2025, Konektivitas Kencang dan Harga Ramah di Kantong
Nenek dari pihak ayahnya, Eleonora Fredrika Rientsma Struick, lahir di Semarang pada 24 April 1952 sebuah jejak kuat yang menunjukkan betapa erat hubungan Rafael dengan Indonesia, meski lahir dan besar di luar negeri.
Karier sepak bola Rafael dimulai di tanah kelahirannya, Belanda, bersama klub ADO Den Haag. Dari sinilah namanya mulai dikenal, terutama karena gaya bermainnya yang dinamis dan cerdas.
Sebagai pemain muda, ia tampil menjanjikan dan menunjukkan perkembangan yang konsisten. Tak heran jika kemudian, pada September 2024, ia mendapat kesempatan emas untuk bermain di luar Belanda yaitu dengan bergabung ke klub Brisbane Roar yang berkompetisi di A-League, Australia.
Di klub barunya ini, Rafael menunjukkan kontribusi nyata dengan mencatatkan 10 penampilan dan mencetak 1 gol dalam musim debutnya.
BACA JUGA:Pilihan Paket Internet Haji 2025, Konektivitas Kencang dan Harga Ramah di Kantong
Realita di Brisbane Roar
Sayangnya, harapan tersebut belum terwujud. Sejak bergabung, Rafael hanya tampil dalam 10 pertandingan dan mencetak satu gol.
Lebih memprihatinkan, dalam 12 laga terakhir Brisbane Roar, ia hanya bermain selama tiga menit, bahkan tidak masuk dalam skuad cadangan di beberapa pertandingan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


