Meskipun batal hadir di Beijing, pemerintah Indonesia tetap menekankan bahwa hubungan diplomatik dengan Cina tetap baik dan berjalan sebagaimana mestinya.
BACA JUGA:2 Hp Teranyar Xiaomi Mana yang Lebih Canggih Redmi Note 15R Vs Redmi Note 15?
Agenda Internasional Lain
Meski membatalkan kunjungan ke Cina, agenda Presiden Prabowo di kancah internasional masih cukup padat. Salah satunya adalah undangan untuk berbicara dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-80 di New York pada 23 September 2025.
Agenda PBB tersebut menjadi salah satu pertimbangan strategis bagi Presiden. Kehadiran di forum global itu dianggap penting untuk menyampaikan posisi Indonesia terkait isu internasional sekaligus membangun citra negara di mata dunia.
Pembatalan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Cina bukanlah tanpa alasan. Situasi dalam negeri yang memanas, tragedi tewasnya seorang pengemudi ojol, hingga kerusuhan di sejumlah kota membuat Presiden lebih memilih untuk berada di Indonesia.
BACA JUGA:Berikut Titik Demo Hari Ini, Sebaiknya Hindari Lokasi Tersebut agar Tidak Terjebak Macet
Keputusan ini sekaligus menegaskan prioritas kepemimpinannya: menjaga stabilitas nasional di tengah gejolak sosial yang belum reda.
Meski begitu, agenda internasional masih menanti, termasuk Sidang Umum PBB di New York pada akhir September.
Masyarakat menunggu apakah Presiden mampu mredam amarah rakyat sekaligus menjaga posisi Indonesia di kancah global.
BACA JUGA:Diresmikan Walikota Bengkulu, Rumah Sakit Ibu dan Anak Tino Galo (RSTG) Melayani Pasien BPJS
Sheila Silvina