Heboh Topan Super Ragasa Bikin Deg-degan Dunia! Apakah Indonesia Kena?

Rabu 24-09-2025,20:24 WIB
Reporter : Sheila Silvina
Editor : Purnama Sakti

Indonesia terletak di sekitar 0° hingga ±6° lintang selatan maupun utara. 

Lokasi ini terlalu dekat dengan khatulistiwa, sementara badai tropis umumnya terbentuk di lintang yang lebih tinggi. Akibat gaya Coriolis yang lemah di sekitar khatulistiwa, badai sulit berputar dan berkembang di wilayah ini.

2. Arah Jalur Badai

Setelah melintasi Filipina, Ragasa bergerak ke arah utara-barat laut. 

Jalur ini sama sekali tidak mengarah ke Indonesia. Untuk bisa menyimpang jauh ke selatan, diperlukan perubahan besar pada pola angin dan tekanan udara di kawasan Asia Pasifik. 

Hingga kini, skenario tersebut tidak terdeteksi.

BACA JUGA:Andalkan Layar Ganda hingga Kamera Leica, Xiaomi 17 Series Digadang-gadang Bakal Eksis di Pasar Global

3. Kondisi Atmosfer dan Laut

Badai besar seperti Ragasa membutuhkan suhu permukaan laut yang tinggi serta kondisi atmosfer yang mendukung. 

Jika topan bergerak ke wilayah dwngan suhu laut yang lebih rendah atau bertemu geseran angin vertikal yang kuat, intensitasnya akan cepat melemah. 

Itu sebabnya badai cenderung kehilangan tenaga saat menjauh dari daerah tropis utama.

Potensi Dampak Tidak Langsung Bagi Indonesia

Meskipun Indonesia tidak berada di jalur langsung, bukan berarti pengaruh Ragasa sama sekali nihil. 

Ada beberapa dampak tidak langsung yang patut diperhatikan:

• Gelombang tinggi dan pasang laut: Angin kencang dari badai bisamemicu gelombang yang menjalar hingga ke perairan jauh. Pesisir utara Indonesia, khususnya bagian timur, mungkin merasakan peningkatan tinggi gelombang meski dalam skala ringan.

• Curah hujan lokal meningkat: Badai besar memengaruhi pola tekanan udara regional. Hal ini bisa menimbulkan hujan di wilayah yang sebenarnya tidak dilalui badai.

Kategori :