Percaya Tidak Percaya, Ini Sederet Mitos Tentang Cegukan yang Masih Beredar

Kamis 09-10-2025,22:42 WIB
Reporter : Sheila Silvina
Editor : Septi Widiyarti

Nah, ini versi yang agak menyeramkan. Di sejumlah daerah, cegukan di malam haridianggap sebagai pertanda bahwa seseorang sedang diganggu oleh makhluk halus.

Sosok jin atau arwah penasaran disebut-sebut sedang “bermain” di sekitar orang yang cegukan.
Biasanya, mitos ini membuat orang jadi berhati-hati ketika cegukan muncul tengah malam. 

Namun tentu saja, ini hanyalah kepercayaan turun-temurun tanpa bukti nyata. Secara medis, cegukan malam hari bisa terjadi karena posisi tidur, makan terlalu kenyang, atau perubahan suhu yang mendadak.

BACA JUGA:Harapan Belum Padam, Ini Skenario Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Tumbang dari Arab Saudi

3. Cegukan Sebelum Bepergian = Pertanda Buruk

Kalau kamu sedang bersiap pergi lalu tiba-tiba cegukan, hati-hati! Dalam beberapa kepercayaan, cegukan sebelum berangkat dianggap pertanda akan ada hambatan atau masalah dalam perjalanan. 

Karena itu, sebagian orang memilih menunda bepergian sejenak sampai cegukan reda, sebagai bentuk kehati-hatian agar terhindar dari musibah

Walau terdengar mistis, sebenarnya masuk akal juga kalau dimaknai secara simbolis  cegukan bisa jadi pengingat agar kamu lebih waspada, tidak tergesa-gesa, dan memastikan semuanya siap sebelum berangkat.

4. Anak Cegukan Tanda Akan Cepat Tinggi

Buat kamu yang masih kecil dulu pasti pernah dengar ucapan orang tua, “wah, kamu cegukan, tandanya mau tinggi nih!” Ya, mitos ini sangat populer di kalangan keluarga Indonesia.

Konon, cegukan pada anak kecil dipercaya menandakan tubuhnya sedang mengalami pertumbuhan pesat.

Meski belum terbukti secara ilmiah, mitos ini sering digunakan orang tua untuk menenangkan anak agar tidak panik saat cegukan datang.

BACA JUGA:Belum Padam, Hitung-hitungan Peluang Indonesia Menumbangkan Irak demi Tiket Piala Dunia 2026?

5. Pengingat untuk Berbagi

Cegukan sebelum makan? Dalam beberapa budaya, hal itu dianggap sebagai tanda bahwa ada seseorang yang sedang lapar  bisa jadi saudara, teman, atau bahkan orang yang membutuhkan bantuan.

Mitos ini membawa pesan moral yang positif bahwa angan lupa berbagi. 

Kategori :