Ilmuwan berusaha mencari penjelasan rasional atas kejadian ini. Salah satu teori paling masuk akal adalah peran tornado air (waterspout), yaitu putaran angin kencang yang terbentuk di atas permukaan air.
Waterspout bisa menyedot ikan kecil atau hewan air lainnya ke atmosfer, lalu membawanya dalam jarak tertentu sebelum akhirnya jatuh bersama hujan.
Teori ini juga menjelaskan mengapa hewan yang turun biasanya berjenis sama, misalnya hanya ikan atau hanya katak, bukan campuran berbagai spesies.
Hewan tersebut kemungkinan berasal dari satu habitat yang sama, lalu terbawa angin dalam jumlah besar.
Meski begitu, tidak semua hujan hewan bisa dijelaskan dengan teori ini, sehingga misterinya masih terus dipelajari.
BACA JUGA:Tak hanya di Brazil, Rupanya Negara Ini juga Terjadi Hujan Katak
3. Fenomena hujan hewan di berbagai negara
Salah satu kasus paling terkenal adalah hujan ikan di Yoro, Honduras, yang disebut terjadi hampir setiap tahun.
Fenomena ini begitu populer hingga masyarakat setempat merayakannya dengan festival. Ilmuwan masih memperdebatkan apakah peristiwa itu benar terjadi secara alami atau ada faktor lain yang turut memengaruhi.
Selain itu, di Serbia tahun 2005 penduduk desa melaporkan hujan katak yang turun dalam jumlah besar. Terbaru beberapa waktu lalu hujan katak juga terjadi di Brazil.
Di Australia, ada kasus hujan laba-laba yang membuat seluruh pepohonan, rumah, hingga ladang dipenuhi jaring tipis menyerupai salju.
Kasus-kasus ini memperlihatkan betapa fenomena hujan hewan benar-benar terjadi di berbagai belahan dunia dengan bentuk yang berbeda-beda.
BACA JUGA:Aneh Tapi Nyata! Fenomena Hujan Katak di Brazil, Pertanda Apa?
4. Misteri yang belum terjawab tuntas
Meski teori tornado air cukup populer, masih banyak hal yang belum bisa dijelaskan.
Misalnya, bagaimana mungkin hewan-hewan tersebut bisa bertahan hidup setelah terbawa angin dan jatuh dari ketinggian?