NASIONAL, RBTVDISWAY.ID - Hujan air atau mungkin hujan es bukanlah hal yang aneh. Hujan es bahkan memang terjadi di beberpa negara yang memiliki banyak jenis musim.
Namun, apa yang terjadi jika hujan yang turun dari langit tersebut adalah hujan hewan yakni 'hujan katak'.
BACA JUGA:Kumpulan Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2025, Unduh di Sini Gratis
Bahkan katak yang turun dari fenomena hujan aneh tersebut beratnya mencapai 1 ons, bahkan lebih.
Katak terkenal sebagai hewan yang dapat tumbuh di darat maupun di air dengan kondisi badannya yang licin meyentuh kepala kita, apakah ini bisa dipercaya?
Tapi kenyataannya, fenomena aneh ini benar-benar terjadi di sejumlah negara, seperti Brazil, Serbia dan lainnya.
Hujan katak memang pernah terjadi, setidaknya sejak abad pertama Masehi, kala itu ketika naturalis Romawi yang dikenal sebagai Plinius the Elder menggambarkan peristiwa itu. Kemudian fenomena ini juga masih hangat terjadi di tahun 2000 an yakni pada tahun 2005 di Serbia.
Diketahui, dalam 20 tahun terakhir, surat kabar telah menemukan lebih banyak peluang dari pada sebelumnya untuk menulis tentang katak yang jatuh dari langit.
Apa yang menjadi penyebabnya?
Katak bukanlah makhluk yang paling umum untuk menemani hujan sata turun dan membasahi bumi.
Sulit untuk mendapatkan gambaran mental yang baik tentang bagaimana menjelaskan ketika kita melihat genangan katak dimana-mana. Namun, sebenarnya ada penjelasan yang cukup sederhana untuk semuanya.
Rangkaian peristiwa yang dapat menyebabkan hujan katak berjalan seperti adanya tornado kecil terbentuk di atas badan air. Jenis tornado ini disebut puting beliung, dan biasanya dipicu oleh sistem tekanan tinggi sebelum badai petir yang parah.
Seperti tornado berbasis darat, pusat puting beliung adalah terowongan bertekanan rendah di dalam kerucut bertekanan tinggi. Inilah sebabnya mengapa ia mengambil barang-barang yang relatif rendah di jalurnya.
BACA JUGA:Kumpulan Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2025, Unduh di Sini Gratis
Puting beliung menyedot barang-barang dengan bobot lebih rendah di badan air saat bergerak melintasinya. Karena katak cukup ringan, maka mereka berakhir di pusaran, yang terus bergerak melintasi air dengan awan badai bertekanan tinggi.
Nah, ketika badai yang sangat kuat menghantam daratan, puting beliung mungkin menyertakan katak-katak tersebut.
Ketika badai menghantam daratan, ia akan kehilangan sebagian energinya dan melambat. Dan kekanan turun, pada akhirnya, awan akan melepaskan air yang mereka bawa.
BACA JUGA:Kumpulan Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2025, Unduh di Sini Gratis
Saat hujan turun inilah, pusaran akhirnya kehilangan semua tekanan yang membuatnya tetap berjalan, dan melepaskan apa pun yang telah ditangkap dalam perjalanannya. Hasil akhirnya adalah hujan katak.
Namun, hujan katak tidak hanya terjadi di satu negara atau di Serbia saja, melainkan dibeberapa negara bagian lainnya, seperti di Jepang yang juga pernah terjadi pada tahun 2009. Kemudian hujan katak dilaporkan juga pernah terjadi di Amerika Serikat di Kansas City pada tahun 1873.
Apakah hujan katak bakal terjadi di Indonesia?
Ya, secara teoretis hujan katak bisa terjadi di Indonesia, walaupun belum ada catatan resmi kejadian ini di Indonesia
Fenomena ini kemungkinan besar disebabkan oleh tornado (angin puting beliung) yang menerbangkan katak dari sumber air, seperti sungai, lalu menjatuhkannya di lokasi lain, mirip dengan kejadian hujan ikan atau hewan lainnya
BACA JUGA:Kumpulan Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2025, Unduh di Sini Gratis
Putri Nurhidayati