BENGKULU UTARA, RBTV.DISWAY.ID - Awal Oktober lalu, ratusan ribu ekor ikan milik petani di Desa Sido Mukti, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara mati mendadak.
Akibat kematian ikan secara massal tersebut, menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.
BACA JUGA:Ini Fakta Menarik tentang Hujan Katak di Brazil, Erat Kaitannya dengan Hal Mistis?
Petani menduga kematian ini disebabkan oleh luapan limbah dari pabrik kelapa sawit PT BBS yang mengalir ke kolam saat intensitas hujan tinggi.
Ikan yang mati menunjukkan ciri tidak wajar, seperti mata merah menonjol, sisik mengelupas, kondisi lemas, dan menjauhi sumber air.
BACA JUGA:Banding Ditolak, Terdakwa Dugaan Korupsi CSR PLN di Kepahiang Ajukan Kasasi
Atas dugaan pencemaran limbah ini, Dinas Perikanan Kabupaten Bengkulu Utara langsung turun ke lokasi untuk mengambil sampel uji laboratorium.
Penyebab Ribuan Ikan Mati Mendadak di Bengkulu Utara
Sementara itu, hasil uji dari Laboratorium Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu kini telah keluar. Dari lima sampel yang diuji, parameter nitrit, nitrat, dan fosfat tergolong baik dan aman bagi ikan.
Namun, kadar amoniak tercatat berada pada kategori sedang, yakni sekitar 0,5 hingga 0,8 miligram per liter. Kadar amoniak yang tinggi ini menjadi faktor penyebab stres hingga kematian ikan saat kondisi kolam sedang rentan.
BACA JUGA:Kisah Pasutri Lansia di Kepahiang, Hidup Sengsara Dalam Gubuk Reyot dengan 3 Anaknya
Kepala Dinas Perikanan Bengkulu Utara, Sugimin, menyatakan hasil ini menjadi peringatan bagi petani. Pihaknya merekomendasikan agar petani segera melakukan perbaikan pengelolaan air kolam, meliputi perbaikan sirkulasi, filtrasi, serta pengaturan pakan.
“Penyebabnya karena cuaca. Selain itu, padatan kolam sudah melebihi kapasitas karena kolam berkapasitas 6 ton dan ikan sudah berumur 8 bulan,” ujar Kadis Perikanan Bengkulu Utara, Sugimin.
BACA JUGA:Sempat Turun, Kini Harga TBS Kelapa Sawit di Mukomuko Kembali Normal, Harga Tertinggi di 2 Pabrik