BACA JUGA:Cek Tabel KSM Mandiri November 2025 Rp 150 Juta, Berapa Jumlah Angsuran per Bulannya?
2. Kenapa Kehadiran DC Menjadi Sinyal Bahaya untuk Skor Kredit
Begitu layanan penagihan mulai aktif menghubungi, berarti sistem telah mendeteksi masalah pembayaran.
Jadi, apabila tunggakan tidak segera diselesaikan, maka statusmu bisa berubah menjadi kategori kredit bermasalah. Dampaknya meliputi:
- Akses pinjaman baru terhambat. Bank dan fintech melihat kamu sebagai peminjam berisiko.
- Limit SPinjam atau PayLater bisa dibatasi, bahkan dibekukan.
- Sulit disetujui kredit lain, seperti KTA, kartu kredit, cicilan HP, hingga pinjaman kendaraan.
- Semakin lama dibiarkan, semakin kuat catatan negatif yang masuk ke sistem SLIK, dan ini bisa bertahan cukup lama meskipun kamu sudah melunasi belakangan
BACA JUGA:Sistem Gaji, Bonus dan Tunjangan Mitra Statistik BPS 2026
3. Apa Saja yang Dinilai Sistem Kredit?
Sistem informasi kredit di Indonesia tidak menilai “siapa yang menagihmu”, tetapi menilai pola perilaku finansialmu. Beberapa indikator yang diperhatikan:
- Ketepatan waktu pembayaran sering telat atau tepat waktu?
- Riwayat kredit aktif bberapa sering menggunakan layanan cicilan dan bagaimana pengelolaannya.
- Outstanding atau tunggakan: apakah ada kredit yang belum dibayar, termasuk PayLater dan SPinjam.
- Status kredit macet: jika tunggakan lebih dari beberapa bulan, status skormu turun drastis.
Jika semua poin tersebut positif, skor kreditmu tetap aman. Namun jika satu saja buruk misalnya sering telat atau memanjang menjadi gagal bayar skor kredit langsung terpengaruh.